BRUSSEL – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa proyek Indonesia Village, kampung Haji), permukiman khusus jamaah haji asal Indonesia—akan dibangun hanya 400 meter dari pelataran Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Pengumuman itu disampaikan Rosan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan kenegaraannya ke Jeddah, yang mencakup pertemuan penting dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), di Istana Al-Salam.
Kunjungan ini berlangsung sebelum Presiden bertolak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi di Brasil.
“Beliau (Pangeran MBS) menyetujui permintaan dari Bapak Presiden untuk menjadikan kampung Indonesia Village yang lokasinya itu tidak terlalu jauh, 400 meter dari Masjidil Haram,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Brussel, Belgia, Minggu (13/7).
Akses Nyaman Menuju Masjidil Haram bagi Jamaah RI
Kehadiran Indonesia Village diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jamaah haji asal Indonesia dalam menjangkau lokasi utama ibadah, yakni Ka’bah yang terletak di dalam kompleks Masjidil Haram.
Lokasi strategis itu dinilai krusial mengingat jumlah jamaah Indonesia yang menjadi salah satu yang terbesar setiap tahunnya.
Proyek ini merupakan wujud konkret dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan ibadah haji, sekaligus bagian dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Putra Mahkota MBS.
Penandatanganan MoU Energi Bersih dan Komitmen Multisektor
Di luar isu haji, kunjungan kenegaraan juga menghasilkan langkah penting di bidang investasi.
Rosan yang juga CEO BPI Danantara Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan ACWA Power—perusahaan energi terbarukan yang didanai Sovereign Wealth Fund Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF).
“Saya kebetulan tanda tangan dengan Danantara dan ACWA, yang di mana adalah perusahaan dari PIF, sovereign wealth funding, mereka yang bergerak dalam bidang clean energy,” ungkap Rosan.
Nota kesepahaman tersebut merupakan bagian dari perluasan kerja sama bilateral dalam sektor energi bersih, selaras dengan komitmen global terhadap transisi energi rendah karbon.
Prabowo dan MBS Sepakati 10 Bidang Prioritas Strategis
Dalam pernyataan bersama, Presiden Prabowo dan Pangeran MBS sepakat untuk memperkuat sinergi demi mewujudkan Visi Arab Saudi 2030 dan Visi Indonesia Emas 2045. Kedua pemimpin sepakat untuk mengembangkan kerja sama strategis di sepuluh bidang utama, yaitu:
- Ekonomi digital dan inovasi
- Sistem hukum dan penegakan hukum
- Tenaga kerja dan sumber daya manusia
- Kebudayaan dan warisan
- Pariwisata
- Olahraga dan kepemudaan
- Pendidikan dan riset
- Industri dan pertambangan
- Pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan
- Konektivitas udara antarnegara
Langkah ini menegaskan kemitraan yang semakin erat antara Jakarta dan Riyadh, serta membuka babak baru dalam diplomasi ekonomi, sosial, dan budaya dua negara terbesar di dunia Islam tersebut.***