SAMARINDA – Pelatih Yangon United, Juan Marcelo Cirelli, mengakui kekuatan Borneo FC menjelang pertemuan kedua tim pada laga pembuka Grup D AFC Challenge League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026).
Cirelli menilai Pesut Etam memiliki kedalaman skuad yang baik berkat perpaduan pemain lokal dan asing berkualitas, sehingga Yangon United harus tampil maksimal untuk mengamankan hasil positif.
Pertandingan Borneo FC vs Yangon United dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 Wita atau 19.00 WIB dengan kedua tim sama-sama memburu modal penting pada awal persaingan grup.
Namun, duel ini juga memiliki makna tersendiri bagi Cirelli yang mengaku memiliki ikatan emosional dengan Indonesia setelah pernah berkarier sebagai pemain dan kembali melatih pada 2020.
“Saya selalu sangat senang kembali ke Indonesia. Ini membawa banyak kenangan bagi saya, bukan hanya soal sepak bola, karena saya memiliki banyak teman di sini dan bertemu banyak orang baik ketika bermain maupun saat kembali melatih pada 2020,” kata Cirelli.
Pelatih asal Yangon United itu bahkan menyamakan kunjungannya ke Indonesia dengan kepulangan ke rumah karena bisa kembali menjumpai orang-orang yang pernah hadir dalam perjalanan kariernya.
“Ini seperti ketika Anda kembali ke rumah. Anda merasa senang karena bertemu lagi dengan orang-orang yang pernah Anda temui sebelumnya. Ini sangat menyenangkan dan sangat ramah,” ujarnya.
Cirelli Akui Kualitas Skuad Borneo FC
Meski memiliki kenangan positif di Indonesia, Cirelli tetap menempatkan kekuatan Borneo FC sebagai salah satu hal utama yang harus diperhitungkan timnya pada laga perdana kompetisi Asia tersebut.
“Tentu saja Borneo adalah tim yang sangat kuat. Saya tahu skuad mereka, pemain lokal dan pemain asingnya. Mereka memiliki skuad yang sangat bagus,” tuturnya.
Pengakuan tersebut menunjukkan Yangon United menyadari tantangan berat di Samarinda, terlebih Borneo FC akan tampil di hadapan pendukung sendiri yang berpotensi memberikan tekanan sepanjang pertandingan.
Kendati demikian, Cirelli memilih pendekatan bertahap dan tidak ingin timnya terbebani oleh target yang terlalu jauh sebelum menyelesaikan pertandingan pertama.
“Ini tantangan yang bagus bagi kami. Kami bergerak selangkah demi selangkah,” lanjutnya.
Ia menegaskan fokus utama Yangon United saat ini adalah menghadapi Borneo FC, sedangkan peluang melaju lebih jauh akan ditentukan melalui perjuangan pada pertandingan berikutnya.
“Target utama kami di sini adalah melangkah dari pertandingan ke pertandingan. Saat ini, kami hanya fokus pada pertandingan besok melawan Borneo,” jelasnya.
Yangon United Lolos ke Fase Grup Lewat Play-off
Yangon United datang ke fase grup AFC Challenge League 2026/2027 setelah melewati pertandingan play-off dan mengalahkan wakil Laos untuk mengamankan tempat di babak utama.
Keberhasilan tersebut menjadi kemajuan bagi klub Myanmar itu setelah gagal menembus fase grup pada musim sebelumnya, sekaligus meningkatkan motivasi mereka menghadapi persaingan musim ini.
“Musim lalu Yangon United tidak berhasil masuk ke babak grup. Musim ini kami berjuang keras, mengalahkan tim dari Laos di play-off, dan akhirnya berhasil masuk ke babak grup. Sepak bola itu seperti kehidupan, Anda harus melangkah selangkah demi selangkah,” ungkapnya.
Pengalaman melewati babak kualifikasi membuat Yangon United ingin menjaga momentum tanpa kehilangan konsentrasi akibat terlalu memikirkan target akhir turnamen.
Menghadapi Borneo FC menjadi ujian awal untuk mengukur kesiapan mereka bersaing dengan klub-klub lain dalam perebutan tiket ke fase selanjutnya.
Pernah Memperkuat Empat Klub Indonesia
Hubungan Cirelli dengan sepak bola Indonesia bukan sekadar kunjungan sebagai pelatih karena ia pernah merasakan persaingan kompetisi domestik bersama sejumlah klub Tanah Air.
Saat masih aktif sebagai pemain, Cirelli tercatat pernah memperkuat Persebaya Surabaya, Persidafon Dafonsoro, Persibo Bojonegoro, dan Persis Solo.
Pengalaman tersebut membuatnya mengenal atmosfer sepak bola Indonesia, termasuk antusiasme suporter yang dinilainya menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
“Atmosfer sepak bola di sini luar biasa. Saya ingat ketika kami bermain di sini, stadion-stadion penuh dengan suporter, bahkan 20 ribu hingga 30 ribu orang,” katanya.
Dukungan suporter tuan rumah berpotensi menjadi faktor penting bagi Borneo FC saat menjamu Yangon United di Stadion Segiri, meskipun hasil pertandingan tetap ditentukan oleh performa kedua tim di lapangan.
David Htan Bidik Kelolosan, tetapi Fokus pada Borneo FC
Pemain Yangon United, David Htan, turut menegaskan kesiapan timnya menjalani persaingan fase grup dengan menjaga konsentrasi dan semangat positif sejak pertandingan pertama.
Ia menyebut kelolosan dari fase grup sebagai sasaran awal Yangon United, tetapi menegaskan bahwa target tersebut harus diawali dengan penampilan maksimal saat menghadapi Borneo FC.
“Pertama-tama kami pikir adalah untuk lolos dari babak grup, dan pertandingan pertama akan melawan Borneo, jadi saya fokus pada pertandingan pertama dan pertandingan-pertandingan yang tersisa,” kata David.
Sikap Cirelli dan David memperlihatkan bahwa Yangon United memilih strategi realistis dengan memprioritaskan setiap pertandingan, sementara Borneo FC tetap harus mewaspadai lawan yang telah berjuang keras untuk mencapai fase grup.
Pertemuan di Stadion Segiri pun menjadi kesempatan bagi Pesut Etam untuk memanfaatkan keuntungan bermain di kandang, sekaligus bagi Yangon United untuk membuktikan kapasitasnya di kompetisi antarklub Asia.
Laga Borneo FC vs Yangon United ini disiarkan di Garuda TV dan mulai live pukul 18.30 WIB.***