WUHAN – Maja Chwalinska mencuri perhatian di Wuhan Open 2026 setelah menaklukkan unggulan asal Polandia, Iga Swiatek, dengan skor 7-5, 6-1 untuk merebut tiket ke final WTA 1000 pertamanya.
Kemenangan tersebut mengantarkan Chwalinska menghadapi petenis Inggris, Sonay Kartal, pada partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 18 Oktober 2026, di Optics Valley International Tennis Center, Wuhan, China.
Chwalinska Bangkit Setelah Tertinggal
Chwalinska melewati semifinal yang berlangsung selama dua jam delapan menit pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dengan mengatasi tekanan dari sesama petenis Polandia tersebut.
Pada set pertama, Chwalinska sempat unggul setelah mematahkan servis Swiatek, tetapi lawannya mampu membalikkan keadaan hingga memimpin 5-3.
Petenis berusia 25 tahun itu menolak menyerah dan menyelamatkan dua peluang set point pada gim kesembilan sebelum membalikkan momentum pertandingan.
Swiatek kemudian meminta jeda medis untuk menangani masalah pada kaki, yang turut mewarnai jalannya pertandingan setelah laga kembali dilanjutkan.
Chwalinska memanfaatkan momentum tersebut dengan merebut 10 dari 11 gim berikutnya untuk memastikan kemenangan dua set langsung sekaligus mengamankan tempat di final.
Hasil ini juga membuat rekor pertemuan kedua pemain menjadi imbang 1-1, setelah Swiatek sebelumnya menang dalam turnamen ITF di Stockholm pada 2016.
Swiatek Akui Nyeri Paha Mengganggu Permainan
Swiatek mengungkapkan bahwa masalah pada otot paha depan telah dirasakannya sejak awal turnamen dan bahkan sempat membuatnya mempertimbangkan untuk mundur.
Meski masih dapat bermain normal setelah menghadapi Magdalena Frech pada babak pertama, kondisi fisiknya memburuk ketika menjalani semifinal melawan Chwalinska.
“Namun, hari ini rasa sakitnya sudah terlalu berat. Itu disayangkan karena saya merasa kami memainkan tenis yang bagus dan ingin melanjutkan pertandingan,” ujar Swiatek dalam konferensi pers.
Pernyataan tersebut menjelaskan kendala fisik yang dihadapi Swiatek, meskipun kemenangan Chwalinska tetap menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya.
Rekor Baru Chwalinska di Wuhan Open
Keberhasilan mengalahkan Swiatek menjadi kemenangan pertama Chwalinska atas pemain yang menempati peringkat 10 besar dunia.
Pencapaian tersebut sekaligus membawanya ke final WTA 1000 untuk pertama kalinya dan menjadi final level tur keduanya setelah mencapai partai puncak French Open musim ini.
Sepanjang 2026, Chwalinska telah mengumpulkan 17 kemenangan di level tur, termasuk 11 kemenangan di lapangan keras.
Catatan itu menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelum musim ini, ketika ia hanya membukukan empat kemenangan di level tur.
Chwalinska menilai kegigihannya mengejar bola menjadi salah satu kunci keberhasilan menghadapi Swiatek yang dikenal memiliki kualitas permainan tinggi.
“Hal terbaik yang saya lakukan adalah berjuang mengejar setiap bola dan berusaha menjangkau semua bola yang memungkinkan. Itu sangat penting karena saya membuatnya harus mengeluarkan usaha ekstra, dan saya berharap dia segera pulih serta lolos ke WTA Finals,” kata Chwalinska.
Sonay Kartal Singkirkan Ostapenko
Di partai final, Chwalinska akan menghadapi tantangan dari Sonay Kartal yang lebih dahulu memastikan kelolosan setelah menundukkan Jelena Ostapenko.
Petenis Inggris tersebut menang melalui pertandingan ketat dengan skor 7-6(9), 7-5(5), sehingga berhak tampil di final Wuhan Open 2026.
Pertemuan melawan Chwalinska akan menjadi duel pertama bagi Kartal, yang kini berpeluang menambah prestasi melalui gelar di turnamen bergengsi tersebut.
Kartal menyadari pertandingan final tidak akan berjalan mudah dan menegaskan perlunya penampilan terbaik untuk mengatasi lawannya.
“Saya memperkirakan pertandingan sulit seperti laga-laga sebelumnya. Saya harus menampilkan permainan terbaik untuk memenangi pertandingan,” kata Kartal.
Final Wuhan Open Jadi Ujian Berikutnya
Final Wuhan Open 2026 menjadi kesempatan besar bagi Chwalinska untuk menyempurnakan perjalanan impresifnya setelah menyingkirkan Swiatek.
Di sisi lain, Kartal memiliki peluang merebut gelar melalui penampilan konsisten setelah melewati semifinal yang ketat melawan Ostapenko.
Duel kedua petenis tersebut diperkirakan menarik perhatian penggemar tenis karena mempertemukan pemain yang sama-sama berambisi mencatatkan pencapaian penting dalam karier mereka.***