JAKARTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Piala HB Jassin 2025 yang kali ini mendapat sambutan luar biasa dari peserta. Lebih dari 15 ribu orang mendaftar, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Antusiasme peserta datang tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
“Antusiasme peserta sangat menggembirakan. Total pendaftar mencapai 15.763 peserta,” ujar Diki Lukman Hakim, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, pada Malam Anugerah Piala HB Jassin yang digelar pada Sabtu (18/10/2025) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Jumlah peserta tahun ini melonjak hampir enam kali lipat dari tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa ajang ini semakin dikenal dan diminati. Diki juga menegaskan bahwa Piala HB Jassin bukan hanya sekadar kompetisi sastra, melainkan sebuah ruang untuk perjumpaan antara karya, arsip, dan kebudayaan.
“Piala HB Jassin adalah ruang dialog antara masa lalu dan masa depan, antara arsip dan gagasan, antara kata dan kebudayaan,” kata Diki dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua III Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski), Sastri Sunarti, mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan kebudayaan, termasuk dalam bidang kesusastraan. Ia menyarankan agar generasi muda lebih aktif terlibat dalam memajukan kebudayaan Indonesia, terutama dalam konteks implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Anak muda harus ikut berperan serta dalam kemajuan kebudayaan, bukan hanya orang tua saja,” tegas Sastri.
Piala HB Jassin 2025 mencakup empat kategori lomba, yaitu Musikalisasi Puisi, Penulisan Cerita Pendek, Kritik Sastra, dan Baca Puisi. Pendaftaran ajang ini dibuka pada Juli 2025 dan berhasil menyaring ribuan karya dari berbagai provinsi di Indonesia.
Berikut adalah daftar pemenang untuk masing-masing kategori Piala HB Jassin:
- Musikalisasi Puisi Tingkat SMA
- Jejak Aksara (SMK Muhammadiyah 4 Jakarta)
- Tranceco (SMAN 81 Jakarta)
- Cihuy Namju (SMAN 67 Jakarta)
- Penulisan Cerita Pendek
- Jantan Putra Bangsa (Yogyakarta)
- Rini Febriani (Jambi)
- Pazri Azhari (Bogor)
- Kritik Sastra
- Authonul Muther (Malang)
- Via Ajeng Mulyani (Ngawi)
- Cindy Wijaya (Tangerang)
- Baca Puisi
- Akbar Julian (Bandung)
- Mohammad Nuruddin (Madura)
- Bode Riswandi (Tasikmalaya)
Sebagai penghargaan khusus, Anugerah Kehormatan diberikan kepada sastrawan legendaris Putu Wijaya atas dedikasi dan kontribusinya yang tiada henti terhadap perkembangan sastra Indonesia.


