JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertolak ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri U20 Mayors Summit 2026. Dalam forum tersebut, Pramono akan memperkuat kerja sama antarkota sekaligus membahas sejumlah persoalan perkotaan, mulai dari transportasi, perubahan iklim, pengelolaan sampah, hingga ketahanan pangan.
Kehadiran Pramono dalam forum yang digelar atas undangan Wali Kota New York City Zohran Mamdani itu menjadi bagian dari upaya Jakarta memperluas jejaring kerja sama dengan kota-kota dunia.
Pramono mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengikuti rangkaian agenda internasional, tetapi juga membawa pengetahuan dan kemitraan yang dapat diterapkan di Jakarta.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Jakarta untuk memperkuat perannya dalam kerja sama antarkota di dunia, sekaligus membawa pulang pengetahuan dan kemitraan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kualitas hidup warga Jakarta,” ujar Pramono dalam keterangan resminya di Jakarta.
U20 merupakan salah satu engagement group resmi G20 yang menjadi wadah bagi para pemimpin kota metropolitan untuk membahas berbagai tantangan perkotaan. Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam forum tersebut antara lain mobilitas warga, perubahan iklim, hunian terjangkau, serta ketahanan ekonomi perkotaan.
Undangan kepada Pramono disampaikan melalui surat resmi dari Zohran Mamdani tertanggal 27 Juli 2026. Selain menghadiri agenda utama U20 Mayors Summit, Pramono juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan untuk memperluas kerja sama Jakarta dengan mitra internasional.
Salah satu agenda utama adalah pertemuan bilateral dengan Mamdani pada Minggu (20/9). Pertemuan tersebut akan membahas empat sektor yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan tantangan yang dihadapi kota-kota besar.
Pembahasan pertama menyangkut transportasi publik dan udara bersih, terutama terkait percepatan integrasi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Selanjutnya, kedua pihak akan membahas pengelolaan air dan ketahanan kawasan pesisir. Isu ini mencakup strategi menghadapi banjir serta mitigasi penurunan permukaan tanah yang menjadi tantangan bagi kota pesisir.
Agenda berikutnya adalah pengelolaan sampah, dengan pembahasan mengenai modernisasi sistem daur ulang dan pemrosesan limbah perkotaan.
Sementara sektor keempat adalah ketahanan pangan, khususnya upaya menjaga keterjangkauan serta stabilitas pasokan bahan pokok bagi masyarakat perkotaan.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan hasil pembahasan bilateral tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program kerja yang konkret. Dengan demikian, kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada forum dan komitmen, tetapi dapat diterapkan dalam kebijakan maupun program perkotaan.
Selain pertemuan dengan Wali Kota New York, Pramono juga dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam Heat Roundtable. Forum tersebut membahas peningkatan suhu ekstrem dan dampaknya terhadap kawasan perkotaan.
Diskusi itu digagas bersama C40 Cities, Salata Institute Harvard University, serta Climate Resilience Center Atlantic Council. Dalam forum tersebut, Pramono akan berdiskusi bersama Wali Kota Paris dan Wali Kota Freetown untuk membahas strategi adaptasi terhadap perubahan iklim di perkotaan.
Rangkaian agenda Pramono di New York juga mencakup rencana penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan New York University (NYU).
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata dan manajemen olahraga melalui pendidikan, transfer pengetahuan, serta pengelolaan kegiatan atau event dengan standar internasional.
Melalui rangkaian agenda tersebut, Jakarta tidak hanya mengambil bagian dalam pembahasan isu perkotaan global, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pengelolaan kota, mulai dari transportasi dan lingkungan hingga pangan, pariwisata, serta olahraga.