JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi pangan Indonesia berada dalam keadaan aman di tengah ancaman krisis pangan global dan ketidakpastian cuaca. Pemerintah, kata Prabowo, juga siap menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak besar terhadap sektor pangan dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, pemerintah terus bekerja keras untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan. Ia menyebut target swasembada yang semula diperkirakan tercapai dalam empat hingga lima tahun dapat direalisasikan lebih cepat, yakni dalam waktu satu tahun.
“Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal, akibat kesulitan pangan, dan cuaca yang tidak menentu. Kita alhamdulillah, dapat saya laporkan kepada majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Siap Hadapi Ancaman El Nino
Prabowo menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah untuk menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan nasional. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian ialah El Nino, yakni fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang dapat memengaruhi pola cuaca dan produksi pertanian.
Ia menyebut El Nino tahun ini diperkirakan memiliki dampak yang sangat besar. Meski demikian, Prabowo meyakini Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita akan mampu hadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El Nino, yang katanya tahun ini El Nino-nya akan paling dahsyat,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika sejumlah negara di dunia menghadapi kekhawatiran terhadap ancaman kelangkaan pangan, kelaparan massal, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Prabowo menyatakan situasi tersebut tidak mengubah keyakinan pemerintah terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan.
145 Aturan Penyaluran Pupuk Dihapus
Dalam pidato yang sama, Prabowo memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah di sektor pertanian. Ia mengatakan sebanyak 145 aturan terkait penyaluran pupuk telah dihapus untuk memperlancar distribusi kepada petani.
Selain menyederhanakan aturan, pemerintah juga menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Prabowo menyebut kebijakan tersebut sebagai penurunan harga pupuk yang pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia.
“Dan karena itu tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan,” ujar Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen. Menurut dia, peningkatan tersebut terjadi bersamaan dengan kebijakan penurunan harga pupuk dan upaya pemerintah memperkuat produksi pangan dalam negeri.
Delapan Komoditas Diklaim Swasembada
Prabowo menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Komoditas tersebut mencakup beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
“ Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” imbuhnya.
Capaian itu, menurut Prabowo, menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat lumbung pangan nasional. Pemerintah menargetkan kemampuan produksi dalam negeri dapat terus dipertahankan sehingga Indonesia tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyat, termasuk ketika menghadapi tekanan cuaca dan tantangan pangan global.



