JAKARTA – Kisah Suryani, 43 tahun, berubah setelah puluhan tahun menjalani hidup di kawasan padat di sekitar bantaran rel Senen, Jakarta Pusat.
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen itu kini menempati hunian layak setelah mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.
Suryani tak kuasa menahan haru ketika Presiden Prabowo kembali menyambangi kawasan hunian tersebut pada Jumat (28/8) malam.
Kedatangan itu mengingatkannya pada kunjungan mendadak Prabowo ke tempat tinggalnya di bantaran rel pada 26 Maret 2026.
Saat itu, Suryani sama sekali tidak mengetahui bahwa Presiden akan datang menemui warga di kawasan tempat tinggalnya.
“Enggak ada info, enggak ada kabar, tiba-tiba datang. Makanya saya terharu banget,” katanya.
Sejak berusia sekitar tujuh tahun, Suryani telah tinggal bersama orang tuanya di kawasan bantaran rel hingga menjalani kehidupan sebagai orang dewasa.
Deru kereta yang melintas setiap hari bahkan telah menjadi suara yang akrab baginya ketika beristirahat pada malam hari.
Namun, kehidupan di bantaran rel tetap menyimpan kecemasan, terutama ketika terjadi pembongkaran bangunan maupun penertiban oleh petugas.
“Kalau lagi ada bongkaran itu kan suka ada dari PT KAI, dibongkar gitu, terus kadang suka ada razia, razia KTP itu yang saya takutkan,” ungkapnya.
Setelah sekitar dua bulan menempati Hunian Senen, Suryani mengaku merasakan perubahan besar dalam kehidupan sehari-harinya.
Ia kini dapat menjalani aktivitas dengan rasa lebih aman dan nyaman tanpa harus terus dihantui suara kereta maupun ancaman penertiban.
“Bapak, terima kasih. Saya sudah senang banget Bapak sudah kasih tempat tinggal yang layak buat saya. Saya sudah enggak kaget lagi, Pak, tidur dengar suara kereta. Makanya saya bersyukur banget,” ujar Suryani dengan haru.
Hunian baru tersebut menjadi sangat berarti karena Suryani memiliki kondisi ekonomi terbatas dan hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan sebagai pengamen.
Sejak suaminya meninggal dunia, Suryani menjalani kehidupan seorang diri karena anak-anaknya telah berkeluarga dan memiliki rumah tangga masing-masing.
“Saya harus cari uang sendiri dan tidak andalkan anak,” katanya.
Bagi Suryani, perubahan tempat tinggal bukan sekadar berpindah rumah, tetapi juga memberikan rasa tenang setelah bertahun-tahun hidup dalam kondisi yang penuh keterbatasan.
”Makanya saya berterima kasih sama Bapak Presiden. Saya bersyukur banget,” katanya.
Perhatian Prabowo terhadap warga kecil juga meninggalkan kesan mendalam bagi Suryani yang menganggap kunjungan tersebut sebagai pengalaman luar biasa.
“Bapak itu sangat bagus kok kerjanya, lebih mementingkan rakyat kecil. Sangat bagus banget,” tuturnya.
Ia mengaku belum pernah menyaksikan langsung seorang presiden datang ke kawasan bantaran rel sejak dirinya masih kecil hingga memiliki anak dan cucu.
“Dari saya kecil sampai saya sudah punya anak, sampai punya cucu, belum ada namanya Bapak Presiden datang ke bantaran rel. Cuma Bapak Presiden Prabowo saja yang datang,” katanya.
Pengalaman tersebut membuat Suryani semakin terharu karena kehidupan yang dahulu dijalaninya kini mengalami perubahan setelah memperoleh tempat tinggal yang lebih manusiawi.
“Makanya saya terharu banget sama Bapak Prabowo, senang banget saya,” ujarnya.
Suryani kemudian menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya.
“Semoga Bapak dikasih sehat dan rezekinya yang banyak dan keluarganya,” pungkas Suryani.***



