JAKARTA — Perubahan besar dirasakan Syahrur Rosi (58), warga asal Madura yang kini menempati Hunian Senen setelah meninggalkan kawasan bantaran rel Pasar Gaplok, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Syahrur bersama warga lain menjalani kehidupan dalam hunian sederhana yang hanya dilindungi atap terpal di kawasan bantaran rel.
Kini, mereka memiliki tempat tinggal yang dinilai jauh lebih layak dan memberikan kenyamanan setelah dipindahkan ke Hunian Senen.
“Ya bersyukur, bahagia semuanya. Semuanya, yang awalnya dari atap terpal sekarang jadi kayak rumah. Alhamdulillah bahagia semuanya,” kata Syahrur.
Syahrur termasuk warga yang mengalami langsung proses relokasi dari bantaran rel Pasar Gaplok menuju hunian baru di kawasan Senen.
Menurut dia, perpindahan tersebut mendapat sambutan positif karena warga memperoleh tempat tinggal yang lebih manusiawi dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Dari awal proses pemindahannya dari bantaran rel kereta api Pasar Gaplok ke Hunian Senen, semuanya pada senang warganya karena dikasih tempat sama Pak Prabowo yang lebih layak dari sebelumnya di bantaran rel. Mereka cukup senang dan bersyukur,” ujarnya.
Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di Hunian Senen juga menjadi momen istimewa bagi Syahrur karena kembali bertemu langsung dengan kepala negara.
Pertemuan itu merupakan kali kedua Syahrur berjumpa dengan Prabowo setelah sebelumnya bertemu ketika masih tinggal di bantaran rel Pasar Gaplok.
“Ini sudah kedua kalinya. Yang pertama bertemu di bantaran rel Pasar Gaplok dan kedua di Hunian Senen,” tuturnya.
Kunjungan Prabowo ke Hunian Senen disebut berlangsung mendadak dan menjadi kejutan bagi warga yang sedang menjalani aktivitas sore hari.
“Pak Prabowo datangnya itu dadakan. Dari sore itu ada ibu-ibu yang keliling menanyakan masalah kondisi di Hunian Senen,” katanya.
Saat waktu magrib mendekat, warga diarahkan berkumpul di lapangan hingga Syahrur melihat kendaraan Presiden datang dari arah belakang.
“Setelah mau kumpul ternyata ada mobil Pak RI (Prabowo) datang dari belakang. Ya mungkin Pak RI Pak Prabowo Subianto mau kasih surprise buat warga Hunian Senen,” ujarnya senang.
Syahrur diketahui telah mengelola kawasan bantaran rel tersebut sejak 2010 sebelum akhirnya berpindah ke hunian yang baru.
“Dari 2010 saya yang mengelola di bantaran rel, sampai di sini pun saya dikasih tanggung jawab buat mengamankan di Hunian Senen,” ungkapnya.
Setelah menetap di Hunian Senen, Syahrur kini menjalani kegiatan sebagai wirausaha dan tetap dipercaya membantu menjaga keamanan lingkungan hunian.
Sementara itu, istri dan anak Syahrur saat ini tinggal di Tangerang sehingga aktivitas keluarganya berlangsung di dua wilayah berbeda.
Syahrur mengaku bersyukur atas hunian baru yang diterimanya dan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian terhadap warga.
“Buat Pak RI 1 (Prabowo), semoga dengan kebaikan Pak RI, Pak Prabowo, makin sehat, makin sukses, panjang umur, dan sukses terus buat Pak Prabowo Subianto. Terima kasih banyak, Pak, atas kebaikan Pak Prabowo ke warga Hunian Senen,” ucapnya.
Hunian Senen kini ditempati sekitar 69 kepala keluarga dengan jumlah penghuni mencapai 275 orang berdasarkan keterangan Syahrur.
Para penghuni juga mulai membangun kemandirian melalui gotong royong dan iuran untuk mendukung kebutuhan air, listrik dapur, keamanan, serta kebersihan.
Bagi Syahrur, perpindahan tersebut bukan sekadar perubahan alamat, melainkan awal kehidupan baru yang menghadirkan kenyamanan dan kebahagiaan bagi warga.
“Ya bersyukur, bahagia semuanya,” tutup Syahrur.***



