NTB — Pemulihan aktivitas masyarakat Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat dukungan melalui penyaluran 25 alat tenun gedokan. Bantuan tersebut ditujukan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas menenun sekaligus mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Sebanyak 25 alat tenun itu diserahkan Direktur Utama Jasaraharja Putera Abdul Haris kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Lombok, Kamis (27/8/2026). Penyerahan turut disaksikan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana dan Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Herfan Brilianto Mursabdo.
Penyaluran tersebut dilakukan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) setelah kebakaran yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan Desa Adat Sade.
Alat tenun menjadi salah satu sarana yang dibutuhkan untuk mendukung warga kembali menjalankan kegiatan menenun. Aktivitas tersebut selama ini tidak hanya menjadi bagian dari keseharian masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial.
Direktur Utama Jasaraharja Putera Abdul Haris mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus membantu mempertahankan tradisi menenun.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Jasaraharja Putera memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan alat tenun ini bukan sekadar dukungan terhadap sarana aktivitas masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi menenun agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Inilah bagian dari komitmen kami untuk terus Melayani Sepenuh Hati serta tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.
Tradisi menenun merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Desa Adat Sade. Keberlangsungannya menjadi salah satu unsur yang melekat pada kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Desa Adat Sade merupakan salah satu kawasan budaya yang mendukung sektor pariwisata NTB. Tradisi dan kehidupan masyarakat setempat menjadi bagian dari daya tarik kawasan tersebut.
Dengan adanya dukungan terhadap sarana menenun, aktivitas masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan setelah terdampak kebakaran. Pada saat yang sama, tradisi menenun tetap dapat dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Sade.



