JAKARTA β Perjalanan Timnas Qatar di Piala Dunia 2026 resmi berakhir lebih cepat. Kekalahan 1-3 dari Bosnia-Herzegovina pada laga terakhir Grup B, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, memastikan wakil Asia itu angkat koper dari turnamen sekaligus menempati posisi juru kunci klasemen grup.
Di sisi lain, kemenangan krusial tersebut membuka peluang Bosnia-Herzegovina untuk melangkah ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Tambahan tiga poin membuat Bosnia mengakhiri fase grup dengan koleksi empat poin dan tetap berada dalam persaingan menuju fase gugur.
Laga ini juga menjadi panggung bagi gelandang muda Bosnia berusia 18 tahun, Kerim Alajbegovic, yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di turnamen.
Kerim Alajbegovic Jadi Mimpi Buruk Qatar
Bosnia tampil agresif sejak awal pertandingan dan mampu mengontrol jalannya laga. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-29 melalui aksi individu memukau Kerim Alajbegovic.
Pemain muda yang sebelumnya menjadi pahlawan Bosnia saat mengalahkan Wales di babak play-off itu memperlihatkan kualitasnya dengan melewati dua pemain Qatar sebelum melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Tembakan tersebut meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu diantisipasi kiper Mahmoud Abunada.
Gol spektakuler itu menjadi momentum kebangkitan Bosnia sekaligus memukul mental para pemain Qatar yang sebelumnya masih berharap dapat menjaga peluang lolos.
Hanya lima menit berselang, Bosnia kembali membuat pendukung Qatar terdiam. Sebuah umpan silang dari kapten Edin Dzeko berubah arah setelah mengenai pemain bertahan lawan dan berujung menjadi gol bunuh diri yang membuat skor berubah menjadi 2-0.
Keunggulan dua gol membuat Bosnia semakin percaya diri. Bahkan Dzeko yang menjalani laga internasional ke-150 nyaris menambah keunggulan setelah sepakannya menghantam tiang gawang.
Qatar Sempat Bangkit Jelang Turun Minum
Dalam kondisi tertekan, Qatar mencoba merespons. Harapan mulai muncul ketika kapten Hassan Al-Haydos berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-42.
Memanfaatkan kemelut di depan gawang Bosnia, Al-Haydos menyelesaikan peluang dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 1-2.
Gol tersebut membakar semangat Qatar yang berusaha mengejar ketertinggalan sebelum turun minum. Pada masa injury time babak pertama, mereka hampir menyamakan kedudukan.
Pedro Miguel melepaskan tembakan keras yang gagal dijangkau kiper Bosnia. Namun, bola hanya membentur tiang gawang sehingga peluang emas tersebut terbuang sia-sia.
Jika peluang itu berbuah gol, jalannya pertandingan kemungkinan akan berbeda.
Strategi Bosnia Redam Tekanan Qatar
Memasuki babak kedua, Qatar meningkatkan intensitas serangan. Pelatih memasukkan Almoez Ali, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Qatar, untuk menambah daya gedor lini depan.
Perubahan tersebut membuat Qatar lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun, dominasi itu tidak berbanding lurus dengan jumlah peluang berbahaya yang tercipta.
Bosnia memilih bermain lebih disiplin dan menumpuk pemain di area pertahanan. Strategi itu terbukti efektif untuk memutus aliran serangan Qatar yang berulang kali menemui jalan buntu di sepertiga akhir lapangan.
Ketika Qatar terus mencari celah, Bosnia justru berhasil memberikan pukulan telak pada menit ke-80.
Pemain pengganti Ermin Mahmic memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan yang kembali menjebol gawang Mahmoud Abunada.
Gol tersebut memastikan Bosnia menjauh dengan skor 3-1 sekaligus mengubur harapan Qatar untuk bangkit.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah.
Qatar Jadi Tim Keenam yang Angkat Koper
Hasil ini membuat Qatar menjadi tim keenam yang dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026. Mereka menutup fase grup di posisi keempat Grup B setelah hanya mengumpulkan satu poin.
Sepanjang turnamen, Qatar bermain imbang melawan Swiss dan menelan kekalahan dari Kanada serta Bosnia-Herzegovina.
Meski gagal mencapai target lolos ke fase gugur, ada satu catatan yang sedikit menghibur bagi tim berjuluk The Maroons tersebut.
Poin hasil imbang melawan Swiss menjadi poin pertama Qatar dalam sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.
Pada edisi 2022 saat berstatus tuan rumah, Qatar juga gagal lolos dari fase grup dan pulang tanpa meraih satu poin pun setelah kalah dalam seluruh pertandingan.
Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk membawa mereka bersaing dengan tim-tim lain di Grup B.
Bosnia Menanti Nasib di Jalur Peringkat Ketiga Terbaik
Sementara itu, kemenangan atas Qatar membuat Bosnia-Herzegovina tetap memiliki peluang untuk melanjutkan petualangan mereka di Piala Dunia 2026.
Dengan koleksi empat poin, Bosnia kini menunggu hasil dari grup lain untuk menentukan apakah mereka mampu masuk ke dalam daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.
Penampilan impresif Kerim Alajbegovic menjadi modal berharga bagi Bosnia. Gelandang muda berusia 18 tahun tersebut kembali menunjukkan kematangannya di panggung dunia dan menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian sepanjang fase grup.
Jika Bosnia berhasil lolos ke fase berikutnya, nama Alajbegovic berpotensi menjadi salah satu sorotan utama turnamen setelah tampil konsisten sebagai pembeda dalam laga-laga penting.
Bagi Qatar, kegagalan ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk mempercepat regenerasi dan meningkatkan daya saing di level tertinggi sepak bola dunia. Sementara Bosnia masih memiliki alasan untuk berharap, Qatar harus menerima kenyataan bahwa perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir pada fase grup.