JAKARTA – Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan kawasan dengan mengirimkan bantuan untuk korban gempa Myanmar.
Sebanyak 35 tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan diterbangkan ke Myanmar bersama 124 ton bantuan logistik, Kamis (3/4/2025).
Bantuan ini merupakan respons cepat atas bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut dan menyebabkan banyak korban luka serta kerusakan infrastruktur.
Langkah ini bukan hanya tindakan darurat semata, tetapi juga mencerminkan semangat solidaritas, kemanusiaan, dan tanggung jawab Indonesia sebagai bagian dari komunitas regional ASEAN.
Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.
Ia menjelaskan bahwa tim medis yang dikirim adalah bagian dari emergency medical team yang telah dipersiapkan secara profesional.
“Ini adalah emergency medical team dari Kementerian Kesehatan,” kata Abdul Muhari dikutip dari RRI, Sabtu (5/4/2025).
Tenaga Medis Ahli Ditugaskan di Daerah Krisis
Tim medis Indonesia terdiri atas dokter spesialis seperti ortopedi, anestesi, dan trauma.
Tenaga medis ini dikerahkan secara khusus untuk menangani korban luka serius akibat reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.
“Pada saat gempa ini biasanya masyarakat mengalami cedera dan patah tulang ya. Akibat reruntuhan,” ujar Abdul.
Setiba di Naypyidaw, para tenaga kesehatan langsung disebar ke wilayah-wilayah terdampak.
Meskipun situasi politik dan keamanan di Myanmar dinilai belum sepenuhnya kondusif, Indonesia tetap menegaskan komitmennya membantu warga sipil yang terdampak.
“Tenaga Kesehatan akan bekerja. Kita akan melihat dinamika di lapangan karena situasi politik dan keamanan di Myanmar tidak terlalu kondusif,” ucapnya.
Logistik Siap Didistribusikan
Selain tim medis, bantuan kemanusiaan berupa logistik juga telah mendarat di ibu kota Myanmar pada Jumat malam (4/4/2025).
Bantuan sebanyak 124 ton tersebut mencakup tenda, selimut, obat-obatan, makanan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan pengungsi.
“Saat ini dalam proses distribusi ke daerah-daerah terdampak,” kata Abdul.
Pemberian bantuan ini merupakan hasil komunikasi diplomatik antara Pemerintah Myanmar dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, yang telah menerima nota diplomatik berisi daftar kebutuhan mendesak dari pihak Myanmar.
“Bantuan ini menyesuaikan dengan kebutuhan pengungsi, seperti, tenda, selimut, kebutuhan kesehatan dan lainnya,” ujarnya.***



