JAKARTA – Lima warga Palestina, termasuk tiga anggota satu keluarga, tewas dan lima lainnya luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (24/5/2026) waktu setempat.
Insiden itu terjadi di tengah pelanggaran harian terhadap gencatan senjata yang masih berlangsung, menurut sumber medis setempat yang dilansir Anadolu.
Seorang warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara, dengan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa. Di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, serangan udara Israel menewaskan sepasang suami istri dan anak mereka, serta melukai tiga orang lainnya.
Dalam insiden terpisah, seorang anak meninggal akibat luka yang diderita dari serangan Israel terhadap markas polisi di barat laut Gaza sehari sebelumnya. Sementara itu, seorang nelayan Palestina mengalami luka sedang setelah kapal angkatan laut Israel menembaki perahu di lepas pantai Kota Gaza. Di daerah Al-Sudaniya, seorang warga lainnya terluka akibat pecahan peluru dari tembakan artileri.
Pasukan Israel juga melakukan operasi penghancuran bangunan di Gaza utara dan Khan Younis, Gaza selatan, disertai tembakan artileri. Ledakan besar terdengar dari lokasi penghancuran tersebut, menurut laporan warga.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 880 orang tewas dan 2.645 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober 2025. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk menghentikan perang dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 172.000 orang sejak Oktober 2023. Konflik tersebut juga menghancurkan 90% infrastruktur sipil di Gaza.