JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan pada Minggu (24/5/2026), bahwa Washington tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran.
Trump memastikan blokade angkatan laut terhadap negara tersebut akan tetap diberlakukan sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani.
Pernyataan ini muncul sehari setelah unggahan Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran telah “sebagian besar dinegosiasikan.” Dalam unggahan terbaru di Truth Social, Trump menulis, “Negosiasi berjalan dengan tertib dan konstruktif, dan saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak kepada kita.”
Ia menambahkan, “Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani. Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar. Tidak boleh ada kesalahan!”
Trump juga menegaskan bahwa hubungan AS-Iran kini “menjadi jauh lebih profesional dan produktif,” namun tetap menekankan garis merahnya: “Namun, mereka harus memahami bahwa mereka tidak dapat mengembangkan atau memperoleh Senjata atau Bom Nuklir.”
Dalam pernyataannya, Trump berterima kasih kepada negara-negara Timur Tengah atas dukungan mereka, sekaligus mendorong lebih banyak pihak bergabung dengan Kesepakatan Abraham. Ia bahkan menyebut, “mungkin Republik Islam Iran juga ingin bergabung.”
Ketegangan AS-Iran meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran. Iran membalas dengan serangan ke Israel dan sekutu AS di Teluk, serta menutup Selat Hormuz. Gencatan senjata yang ditengahi Pakistan mulai berlaku 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump.