JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melaporkan capaian realisasi pembayaran anggaran sebesar 34,26 persen hingga akhir Mei 2026, seiring dengan realisasi fisik program yang telah mencapai 48,58 persen dari total pagu anggaran tahun berjalan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa capaian tersebut diperoleh setelah dilakukan penyesuaian struktur anggaran, dengan total pagu Kemenpar tahun 2026 tercatat sebesar Rp1,43 triliun.
“Per 31 Mei 2026 Kementerian Pariwisata telah merealisasikan sebesar 48,58 persen dalam bentuk realisasi fisik. Selain itu ada 34,26 persen dalam bentuk realisasi pembayaran,” kata Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa, 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa sebagian anggaran sebelumnya telah dialihkan ke rekening khusus serta dilakukan efisiensi belanja, terutama pada pos perjalanan dinas, guna mendukung optimalisasi penggunaan anggaran.
Kinerja pelaksanaan program di berbagai satuan kerja disebut menunjukkan tren positif, dengan hampir seluruh unit mencatat realisasi fisik di atas 30 persen, kecuali pada kegiatan tugas pembantuan yang masih terbatas pemanfaatannya.
Widiyanti menuturkan bahwa rendahnya realisasi pada tugas pembantuan disebabkan oleh waktu pemanfaatan anggaran yang baru dimulai dalam beberapa periode terakhir.
Pihaknya menegaskan komitmen untuk mempercepat pelaksanaan program agar dampaknya segera dirasakan oleh masyarakat luas.
“Sesuai komitmen kami untuk mengakselerasi dampak program kerja sesegera mungkin, kami mengakselerasi serapan anggaran,” ujarnya.
Dari sisi kinerja tahunan, capaian Kemenpar pada 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data menunjukkan realisasi fisik pada Mei 2025 hanya mencapai 32,79 persen, sementara pada Mei 2026 melonjak menjadi 48,58 persen.
Sementara itu, realisasi pembayaran juga mengalami kenaikan dari 22,94 persen pada Mei 2025 menjadi 34,26 persen pada periode yang sama tahun ini.
“Demikian pula realisasi pembayaran yang meningkat dari 22,94 persen pada Mei 2025. Angkanya menjadi 34,26 persen pada Mei 2026,” katanya.
Kementerian Pariwisata optimistis tren peningkatan ini akan terus berlanjut pada semester kedua 2026, seiring dimulainya pelaksanaan sejumlah program strategis yang telah dijadwalkan dalam waktu dekat.***