Ketegangan antara aparat kepolisian dan massa aksi demonstrasi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR/MPR RI akhirnya mereda. Negosiasi intensif yang berlangsung selama satu jam membuahkan kesepakatan damai pada Rabu (26/8/2026) malam pukul 19.52 WIB.
Musyawarah di lapangan tersebut melibatkan Tim Advokasi AMPB Vander dan Humas AMPB Didik bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung.
Dilansir dari Kompas, kedua belah pihak sepakat untuk memindahkan posko dan tumpukan logistik peserta demo dari area depan gerbang utama menuju trotoar di samping gerbang utama DPR RI demi ketertiban serta pembersihan area publik.
“Logistik dipindahkan ke sebelah agar area depan gerbang utama bisa dibersihkan. Pemindahan dilakukan ke area trotoar di samping posisi massa,” jelas Kombes Pol Reynold di lokasi kejadian.
Poin Kesepakatan: Penarikan Gas Air Mata dan Penjagaan Logistik
Dalam proses negosiasi yang berlangsung alot, perwakilan AMPB mengajukan sejumlah poin syarat sebelum membubarkan sebagian besar massa aksi yang bertahan hingga malam hari:
-
Penjagaan Posko Logistik: Posko tidak dibubarkan total, melainkan dijaga terbatas oleh 10 hingga 15 perwakilan massa dan pengemudi ojek online (ojol).
-
Penghentian Penyaluran Donasi Lapangan: Aktivitas penerimaan donasi langsung di lokasi resmi dihentikan.
-
Penarikan Pasukan Pengaman: Pihak kepolisian menarik mundur personel yang dilengkapi peralatan pengurai massa (gas air mata).
“Kami minta posko tidak dibubarkan dan logistik dijaga teman-teman sekitar 10–15 orang. Kami juga memohon petugas bersenjata gas air mata ditarik agar massa lainnya bisa pulang dengan tenang,” ujar perwakilan AMPB.
“Oke, disepakati. Petugas akan ditarik mundur dan pemindahan logistik bisa segera dilakukan,” jawab Kapolres merespons tuntutan massa.
Gotong Royong Pembersihan dan Kondisi Lalu Lintas
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 20.12 WIB, armada bus yang mengangkut rombongan utama massa AMPB mulai bergerak meninggalkan kawasan Senayan. Di saat bersamaan, momen gotong royong terlihat ketika personel kepolisian bersama pengemudi ojol bahu-membahu memindahkan barang-barang logistik ke lokasi trotoar yang telah disepakati.
Kendati demikian, hingga pukul 20.43 WIB, sejumlah peserta aksi dan masyarakat masih tampak bertahan di sekitar lokasi. Keberadaan massa di bahu jalan tersebut membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto tepat di depan Gedung DPR RI sempat mengalami tersendat.



