Pemerintah bersama aparat penegak hukum bergerak serentak menindak tegas dugaan permainan harga yang merugikan jutaan petani sawit! 🇮🇩
Kementerian Pertanian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral bersama Asosiasi Petani, pelaku usaha kelapa sawit, Satgas Pangan Polri, hingga jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dari 25 provinsi di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Pertemuan darurat ini merespons kejanggalan jatuhnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di dalam negeri, di saat harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia justru sedang melonjak tinggi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan telah mengantongi sekitar 270 hingga 300 nama Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang sengaja membandel dan belum mengembalikan harga TBS ke level normal sesuai ketetapan regulasi daerah. Data hitam tersebut akan langsung dilayangkan ke Kapolri dan jajaran Dirkrimsus Polda untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Sejalan dengan hal tersebut, Kasatgas Pangan Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan adanya indikasi kuat praktik kartel atau persekongkolan diam-diam. Pihak Kepolisian siap menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengusut tuntas mafia harga ini demi menyelamatkan kesejahteraan petani mandiri. Simak laporan lengkap tim Garuda TV!
Bagaimana tanggapan kalian mengenai ketegasan Kementan dan Polri dalam memburu kartel harga sawit ini? Tulis opini kalian di kolom komentar!
Editor & Uploader: BS