JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali melakukan restrukturisasi di Perum Bulog. Kali ini, perubahan terjadi pada posisi Direktur Utama dan Direktur Keuangan guna memperkuat manajemen perusahaan pelat merah tersebut.
Berdasarkan pengumuman resmi Perum Bulog, jabatan Direktur Utama kini diemban oleh Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya, menggantikan Wahyu Suparyono.
Sementara itu, posisi Direktur Keuangan yang sebelumnya diisi oleh Iryanto Hutagaol kini dipercayakan kepada Hendra Susanto. Pergantian ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 yang diterbitkan pada 7 Februari 2025.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @perum.bulog, manajemen menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi mereka.
“Keluarga Besar Perum BULOG mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Arief Prasetyo Adi atas dedikasi dan pengabdiannya sebagai Kepala Dewan Pengawas Perum BULOG dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Awaludin Iqbal yang telah mengemban amanah sebagai Direktur Pengadaan Perum BULOG. Semoga kesuksesan dan keberkahan selalu menyertai setiap langkah ke depan,” demikian unggahan Bulog, Kamis (06/02/2025).
Tak hanya itu, Bulog juga menyampaikan selamat kepada para pejabat baru yang telah ditunjuk.
“Kami juga menyampaikan selamat bertugas kepada Bapak Sudaryono sebagai Kepala Dewan Pengawas Perum BULOG dan Bapak Prihasto Setyanto sebagai Direktur Pengadaan Perum BULOG. Semoga amanah baru ini membawa BULOG semakin kokoh dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.”
Novi Helmy Prasetya
Novi Helmy Prasetya, pria kelahiran 10 November 1971 di Bangkalan, Jawa Timur, kini resmi menduduki kursi Direktur Utama Perum Bulog. Perjalanan kariernya dimulai dari dunia militer, setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1993.
Berasal dari kecabangan Infanteri, ia mengawali kiprahnya di pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Novi Helmy telah mengisi berbagai posisi strategis yang mengasah kepemimpinan dan keahliannya dalam analisis situasi kompleks. Pengalaman panjangnya di dunia militer menjadi bekal berharga dalam mengemban amanah di Bulog.
Langkah pertamanya dalam dunia militer dimulai sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 125/Simbisa dan Yonif 100/Prajurit Setia. Ia kemudian dipercaya sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) di satuan Kopassus, posisi yang menuntut ketajaman berpikir dalam menghadapi situasi strategis.
Sebelum menjabat sebagai Dirut Bulog, Novi Helmy terakhir mengemban tugas sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI sejak 21 Februari 2024.
Dalam peran ini, ia bertanggung jawab membangun sinergi antara TNI dan masyarakat guna memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan sosial dan teritorial.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda, yang bertanggung jawab atas keamanan dan pembangunan di Aceh.
Selama bertahun-tahun, Novi Helmy terlibat dalam berbagai operasi penting di dalam dan luar negeri, termasuk:
1. Operasi Timor Timur (1996 dan 1999)
Berpartisipasi dalam misi strategis di Timor Timur sebelum referendum kemerdekaan.
2. Pengamanan VVIP RI 1
Menjadi bagian dari tim elite pengamanan Presiden Republik Indonesia dalam kunjungan kenegaraan di berbagai negara, termasuk Rusia (2013), Inggris (2004), dan Jerman (2015).
Berikut susunan direksi dan dewan pengawas Perum Bulog 2025:
Dewan Pengawas
Ketua: Sudaryono
Anggota Independen: Dian Safitri
Anggota Independen: Arifin Seman
Anggota Independen: Andi Geerhan Lantara
Anggota: Isy Karim
Anggota: Fadjry Djufry
Anggota: Frans B.M. Dabukke
Anggota: Verdianto Iskandar Bitticaca
Direksi
Direktur Utama: Novi Helmy Prasetya
Wakil Direktur Utama: Marga Taufiq
Direktur Bisnis: Febby Novita
Direktur Keuangan: Hendra Susanto
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik: Mokhamat Suyamto
Direktur SDM dan Umum: Sudarsono Hardjosoekarto
Direktur Pengadaan: Prihasto Setyanto
Dengan perubahan ini, diharapkan Perum Bulog semakin solid dalam mengelola ketahanan pangan nasional dan memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat.***