Akhir pekan di MotoGP Belanda berjalan sangat berat bagi Marc Marquez. Pembalap andalan tim Ducati Lenovo tersebut secara blak-blakan mengakui dirinya sama sekali tidak mampu mengendalikan situasi di Sirkuit Assen, setelah terlempar dan finis di luar posisi lima besar dalam dua sesi balapan berturut-turut.
Pada sesi Sprint, Marquez awalnya menyentuh garis finis di urutan ketujuh. Ia kemudian naik satu peringkat ke posisi keenam berkat penalti yang menimpa Francesco Bagnaia akibat melanggar batas lintasan (track limits) di lap terakhir.
Pengakuan di Balik Layar: Nyalakan Safe Mode
Meskipun diuntungkan oleh penalti lawan, pembalap berjuluk The Baby Alien ini terlihat sangat frustrasi saat kembali ke garasi timnya.
Saat berbicara kepada media, Marquez menjelaskan bahwa dirinya terpaksa membalap dengan menahan diri demi menghindari kecelakaan fatal.
“Saya sedang dalam safe mode (mode aman). Di sirkuit ini, Anda harus benar-benar menyatu dengan motor, dan saya tidak merasakan insting itu untuk bisa menekan lebih jauh. Tahun lalu saya bisa bertahan hidup (survive) dengan baik. Tapi tahun ini, kata ‘bertahan hidup’ benar-benar berarti perjuangan hidup dan mati.”
Hasil Terburuk Sejak Pulih dari Cedera
Tren negatif ini terus berlanjut hingga sesi balapan utama (Main Race). Nasib sial justru berbalik menimpa Marquez; setelah finis di posisi keenam, posisinya melorot ke urutan ketujuh setelah ia dijatuhi penalti akibat melanggar track limits di lap terakhir.
Bagi juara dunia delapan kali itu, hasil di Assen merupakan performa terburuknya dalam balapan penuh (yang ia selesaikan tanpa jatuh) sejak seri Italia—balapan pertamanya pasca-operasi bahu dan kaki akibat kecelakaan hebat di Sprint Le Mans.
“Mari kita lupakan Assen,” ujar Marquez kepada krunya dengan nada bergurau untuk mencairkan suasana tegang. “Saya sudah mengeluarkan seluruh kemampuan saya, tidak ada lagi yang tersisa. Saya tidak bisa masuk ke tikungan dengan gaya balap yang saya sukai. Tahun lalu saya bisa menyalip di tikungan kanan, tahun ini sama sekali tidak bisa.”
Akibat hasil minor di Belanda, posisi Marquez di klasemen sementara kini semakin terjepit. Ia tertinggal 40 poin di belakang Jorge Martin, yang sukses merebut takhta kepemimpinan klasemen menyusul kecelakaan yang menimpa Marco Bezzecchi di lap-lap awal.
Meski begitu, jika dibandingkan dengan masa sulitnya saat baru kembali membalap di Mugello, selisih poin Marquez saat ini sebenarnya sudah jauh lebih baik (pangkas hingga 62 poin). Kini, Marquez menatap optimis seri berikutnya di Sachsenring, Jerman—sirkuit favorit di mana ia memegang rekor fantastis dengan 12 kali kemenangan sepanjang kariernya.