BEKASI – Sebuah video viral memperlihatkan seorang siswa menangis histeris di pangkuan orang tuanya di media sosial. Peristiwa yang terjadi di wilayah Bojongmenteng, Rawalumbu, Kota Bekasi ini diduga bermula dari aksi perundungan (bullying) disertai kekerasan fisik dan tantangan duel satu lawan satu.
Dalam video yang diperoleh detikcom pada Kamis, korban terlihat sangat ketakutan sambil mengadu kepada orang tuanya.
“Abang disuruh satu lawan satu,” kata korban sambil menangis.
“Nggak mau sekolah,” ucapnya lagi dengan suara terisak.
Akibat kejadian tersebut, korban diketahui trauma berat hingga enggan kembali berangkat ke sekolah.
Menanggapi laporan tersebut, Polres Metro Bekasi Kota langsung bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan pihaknya sedang menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap anak tersebut.
“Sudah ditangani Polres, yang bersangkutan sudah di visum, sekarang sedang diminta keterangan,” ujar AKBP Braiel saat dihubungi detikcom.
Meski demikian, Braiel belum dapat memastikan apakah kasus ini murni perundungan atau ada motif lain. Penyidik masih mendalami keterangan korban dan saksi-saksi.
“Sementara diminta keterangan, saya belum bisa menyimpulkan apakah benar perundungan,” tuturnya.
Kasus bullying di lingkungan sekolah kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Polisi memastikan akan mengusut tuntas pelaku yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan melibatkan anak di bawah umur.


