YOGYAKARTA – Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat dukungan penuh dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan darat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang memiliki karakter sosial dan budaya yang khas.
Dukungan tersebut disampaikan melalui Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Yuniar Dwi Hantono, usai melakukan pertemuan dengan Sri Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (7/4).
“Beliau memberikan dukungan dan apresiasi terhadap rencana pembentukan Kodam di DIY. Harapannya, kita bersama-sama terus menjaga keamanan dan stabilitas wilayah,” ujar Yuniar kepada awak media.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum awal bagi Yuniar sejak menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas. Ia menggantikan Bambang Sujarwo setelah sebelumnya bertugas sebagai Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad.
Dalam pertemuan itu, Sri Sultan juga memberikan arahan yang menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurut Yuniar, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada di DIY.
Ia menegaskan bahwa TNI tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Rencana pembentukan Kodam baru di DIY merupakan bagian dari agenda strategis TNI Angkatan Darat dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah darat. Dengan struktur komando yang lebih dekat, diharapkan proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih efektif, khususnya dalam menghadapi ancaman yang bersifat multidimensi.
Wilayah Korem 072/Pamungkas sendiri dinilai memiliki tingkat kompleksitas sosial dan politik yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penguatan struktur komando melalui pembentukan Kodam dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial.
Kodam yang direncanakan nantinya akan membawahi dua Korem tipe B dengan cakupan wilayah DIY serta sebagian eks Karesidenan Kedu. Kehadiran struktur baru ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan aparat sekaligus memperkuat rasa aman di tengah masyarakat.
“Beliau selaku orang tua banyak memberikan wejangan kepada kami yang bertugas di DIY. Saya sangat berterima kasih atas nasihat beliau,” kata Yuniar.
Pembentukan Kodam di DIY tidak hanya dipandang sebagai perubahan organisasi semata, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat stabilitas keamanan di daerah yang dikenal sebagai pusat kebudayaan nasional. Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi lintas sektor, langkah ini diharapkan mampu menjaga DIY tetap aman, nyaman, dan kondusif.