TEHERAN, IRAN — Pemerintah Iran menegaskan Amerika Serikat tetap memiliki kewajiban memberikan visa kepada tim nasional sepak bola Iran untuk tampil di ajang Piala Dunia FIFA 2026, meski hubungan politik kedua negara berada dalam kondisi tegang.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyusul meningkatnya kekhawatiran publik terkait potensi hambatan diplomatik menjelang turnamen sepak bola terbesar dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni–Juli 2026.
Baghaei menekankan bahwa kehadiran tim nasional Iran di AS murni untuk kepentingan olahraga dan tidak boleh dipengaruhi dinamika politik maupun konflik geopolitik yang tengah berlangsung.
“Para pemain kami akan berangkat ke Amerika Serikat semata-mata untuk Piala Dunia,” kata Baghaei, dikutip dari kantor berita Mehr.
Ia menegaskan negara tuan rumah memiliki tanggung jawab penuh memastikan seluruh anggota tim Iran memperoleh akses masuk tanpa diskriminasi politik.
“Negara tuan rumah harus memiliki komitmen yang jelas untuk menjamin visa anggota tim Iran diterbitkan tanpa mempertimbangkan masalah politik,” ujarnya.
Iran Soroti Peran FIFA
Dalam pernyataannya, Baghaei juga menyinggung peran FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia. Menurut dia, badan sepak bola internasional tersebut harus menjaga netralitas kompetisi dan memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan setara.
Ia mengaku berharap FIFA mengambil langkah konkret untuk melindungi kredibilitas turnamen, terutama setelah muncul berbagai spekulasi yang mempertanyakan kehadiran Iran di Piala Dunia akibat situasi politik global.
Baghaei menilai olahraga seharusnya tidak dijadikan alat tekanan diplomatik.
“Kami berharap FIFA mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kredibilitasnya,” ucapnya.
Pemerintah Iran, lanjut Baghaei, juga akan memanfaatkan seluruh jalur diplomatik yang tersedia guna memastikan persiapan tim nasional berjalan tanpa hambatan administratif.
“Iran akan menggunakan semua kapasitas yang tersedia untuk memfasilitasi tim nasionalnya,” katanya.
Hubungan Diplomatik Iran-AS Masih Membeku
Persoalan visa menjadi sorotan karena Iran dan Amerika Serikat hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Sejak hubungan kedua negara putus pada 1980, kepentingan Iran di Washington diwakili oleh Seksi Urusan Iran yang berada di bawah perlindungan Kedutaan Besar Pakistan.
Baghaei mengatakan kantor tersebut siap memberikan dukungan administratif dan konsuler bagi tim nasional Iran selama proses menuju Piala Dunia berlangsung.
Meski demikian, ia menolak memberikan komentar terkait perkembangan negosiasi politik maupun pembicaraan damai antara Tehran dan Washington.
“Untuk saat ini, kami fokus pada olahraga,” ujarnya singkat.
Jadwal Iran di Piala Dunia 2026
Timnas Iran dijadwalkan menjalani fase grup Piala Dunia 2026 di dua kota berbeda di Amerika Serikat. Berdasarkan jadwal sementara, Iran akan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, kemudian bertemu Belgia pada 21 Juni di kota yang sama.
Setelah itu, Iran akan melakoni laga terakhir grup menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Piala Dunia FIFA 2026 sendiri akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli dan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta.
Bayang-Bayang Konflik Timur Tengah
Isu visa timnas Iran mencuat di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Situasi memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel, fasilitas militer AS di Timur Tengah, serta melakukan pemblokiran Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Konflik tersebut sempat memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan keamanan internasional, termasuk dampaknya terhadap ajang-ajang olahraga dunia.
Meski gencatan senjata berhasil diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang status gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu yang jelas, sementara hubungan politik kedua negara masih berada dalam fase sensitif.
Di tengah situasi itu, Iran kini berupaya memastikan persoalan geopolitik tidak mengganggu langkah tim nasionalnya menuju panggung Piala Dunia 2026.