DARWIN, AUSTRALIA – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengandalkan perencanaan operasi yang matang untuk memastikan keikutsertaan dalam Exercise Pitch Black 2026 berlangsung optimal. Seluruh persiapan dikawal Staf Operasi Angkatan Udara (Sopsau) sejak tahap awal hingga pelaksanaan latihan.
Di balik pengerahan pesawat dan personel ke Australia, Sopsau memegang peran penting dalam menyiapkan seluruh kebutuhan latihan. Mulai dari penyusunan rencana, koordinasi dengan pihak penyelenggara, penyelesaian administrasi, hingga memastikan setiap kebutuhan operasional tersedia sebelum kontingen diberangkatkan.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan seluruh tahapan tersebut disiapkan secara menyeluruh agar pelaksanaan misi TNI AU berjalan lancar. “Keikutsertaan TNI Angkatan Udara dalam latihan multinasional Exercise Pitch Black 2026 didukung oleh perencanaan dan koordinasi yang matang dari Staf Operasi Angkatan Udara (Sopsau) sejak tahap awal persiapan,” ujar Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
Menurutnya, perencanaan menjadi kunci karena Exercise Pitch Black merupakan latihan udara multinasional yang melibatkan banyak negara dengan skenario operasi yang kompleks. Karena itu, setiap unsur yang terlibat harus dipastikan siap sebelum latihan dimulai.
Perencanaan tersebut berada di bawah tanggung jawab Paban III/Lat Sopsau Kolonel Pnb Rizaldy Efranza. Ia memimpin berbagai agenda persiapan, mulai dari planning conference, koordinasi intensif dengan penyelenggara, pengurusan administrasi, hingga memastikan seluruh kebutuhan latihan dapat dipenuhi sesuai jadwal.
Dalam pelaksanaannya, Kolonel Rizaldy didukung Pabandyasiaplat Sopsau Letkol Pnb Rio Septiarso yang mengoordinasikan kesiapan teknis di lapangan. Kolaborasi keduanya memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana dan standar operasional yang telah ditetapkan.
“Dalam pelaksanaannya, Paban III/Lat Sopsau didukung oleh Pabandyasiaplat Sopsau Letkol Pnb Rio Septiarso yang mengoordinasikan aspek teknis kesiapan latihan sehingga setiap tahapan dapat terlaksana sesuai rencana,” terangnya.
Bagi TNI AU, keikutsertaan dalam Exercise Pitch Black 2026 bukan sekadar mengikuti latihan bersama. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan operasi udara, meningkatkan interoperabilitas dengan angkatan udara negara-negara sahabat, sekaligus memperkaya pengalaman dalam menghadapi berbagai skenario operasi modern.
Latihan ini juga menjadi sarana memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia. Interaksi antarpeserta membuka ruang untuk bertukar pengalaman, menyelaraskan prosedur operasi, dan mempererat kerja sama militer yang telah terjalin.
“Partisipasi dalam latihan udara multinasional tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU untuk meningkatkan interoperabilitas, profesionalisme, serta kemampuan melaksanakan operasi udara bersama angkatan udara negara-negara sahabat,”jelasnya
Ia menambahkan, keterlibatan TNI AU dalam Exercise Pitch Black 2026 menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan operasi udara modern, sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan udara di tingkat internasional.
“Keikutsertaan TNI AU dalam Exercise Pitch Black 2026 juga mencerminkan komitmen untuk memperkuat kerja sama pertahanan udara sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika operasi udara modern,” tutupnya.



