JAKARTA – Pemerintah Türkiye meningkatkan pengamanan di sekolah-sekolah setelah dua serangan mematikan di Kahramanmaraş dan Şanlıurfa yang menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya.
Dilansir Hurriyet Daily News, Kamis (16/4/2026), Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan penempatan minimal dua polisi di setiap pintu masuk sekolah di 81 provinsi. Unit tambahan disiapkan untuk mendukung pengamanan selama jam belajar, termasuk pemeriksaan identitas dan latar belakang terhadap individu mencurigakan. Di Istanbul, polisi juga melakukan pemeriksaan kendaraan di sekitar zona sekolah.
Türkiye memiliki lebih dari 56.000 lembaga pendidikan formal. Dengan kebijakan baru ini, lebih dari 112.000 personel polisi akan dikerahkan, sebagian dari total 280.000 anggota kepolisian.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan keamanan tingkat tinggi di Ankara yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Mustafa Çiftçi dan Menteri Pendidikan Yusuf Tekin. Protokol keselamatan sekolah, sistem pengawasan, kontrol pengunjung, hingga rute transportasi dievaluasi ulang.
Selain itu, pemerintah menyoroti perlunya mengatasi faktor risiko lebih luas seperti kekerasan daring, perundungan siber, dan konten digital berbahaya. Strategi aksi berlapis akan diterapkan, mencakup pencegahan akses senjata ilegal, inspeksi di sekitar sekolah, peningkatan kapasitas tanggap darurat, serta dukungan psikososial bagi siswa.
Parlemen Türkiye juga berencana membentuk komisi penyelidikan untuk mengevaluasi serangan sekolah dan memperkuat langkah pencegahan di masa depan.