Kabar unik nan membanggakan datang dari luar lintasan balap untuk pembalap muda McLaren, Oscar Piastri. Sebuah spesies tawon purba yang baru saja ditemukan oleh para ilmuwan resmi dinamai menggunakan nama pembalap asal Australia tersebut.
Fosil serangga purba ini ditemukan terperangkap di dalam batu ambar (Burmese amber) di wilayah Myanmar utara. Para peneliti memutuskan untuk mendedikasikan penemuan ini sebagai bentuk penghormatan atas prestasi impresif Piastri di Formula 1.
Menariknya, alasan utama pemilihan nama ini adalah karena warna kuning-jingga mengilat pada batu ambar tersebut sangat mirip dengan warna pepaya (papaya livery) legendaris yang menjadi ciri khas mobil balap tim McLaren.
Pelipur Lara Setelah Akhir Pekan Kelam di GP Kanada
Kabar “menyengat” ini datang di waktu yang tepat sebagai pelipur lari bagi Piastri setelah menjalani akhir pekan yang kacau dan berantakan di GP Kanada.
Di Montreal, strategi perjudian ban dari McLaren berujung blunder besar. Tim memutuskan memulai balapan dengan ban intermediate, langkah yang langsung menjadi bumerang karena trek mengering lebih cepat dari perkiraan. Terpaksa melakukan pit stop awal untuk mengganti ke ban slick, nasib sial Piastri justru berlanjut di tengah lintasan:
-
Insiden Albon: Saat mencoba merangkak naik ke zona poin, Piastri terlibat tabrakan ceroboh dengan Alex Albon yang membuat pembalap Williams tersebut terpaksa menyudahi balapan (retire).
-
Sanksi Penalti: Akibat insiden itu, sayap mobil Piastri rusak dan ia diganjar penalti waktu 10 detik. Rekan setim Lando Norris ini akhirnya harus puas finis di luar zona poin, tepatnya di posisi ke-11.
Nasib sial McLaren makin sempurna setelah Lando Norris juga gagal finis akibat masalah girboks. Hasil minor ini membuat Piastri tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan 48 poin, tertinggal jauh dari sang pemimpin klasemen, Andrea Kimi Antonelli (Mercedes).
‘Healing’ Ekstrem: Nonton Balapan Gila di Isle of Man TT
Untuk melupakan hasil buruk di Kanada, Piastri kedapatan melakukan kunjungan kejutan ke ajang balap motor paling berbahaya di dunia, Isle of Man TT, ditemani oleh manajernya yang juga eks pembalap Red Bull, Mark Webber.
Melalui unggahan video di Instagram Webber, keduanya terlihat menonton dari area yang tidak biasa—yaitu halaman belakang rumah warga lokal yang berbatasan langsung dengan sirkuit jalan raya.
“Kami sedang berada di halaman rumah seseorang; katanya ini tempat terbaik untuk menonton. Saya tidak tahu apa yang saya ekspektasikan sebelumnya, tapi jelas bukan ini,” ujar Mark Webber sembari tertawa.
Melihat motor-motor supercepat melesat hanya beberapa sentimeter dari tembok tempatnya bersandar, Piastri yang biasanya kalem hanya bisa geleng-geleng kepala dan berkomentar singkat: “Orang-orang ini benar-benar gila.”