Sesi penutupan perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (29/5/2026), menjadi momen yang mendebarkan bagi para pelaku pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mengejutkan terkena prank besar: sempat melesat tajam pada sesi pertama, namun mendadak berbalik arah dan terjungkal ke zona merah di detik-detik akhir perdagangan.
Pada sesi pertama, IHSG sebenarnya tampil perkasa dengan meroket hingga 87,69 poin (1,43%) ke level 6.217,88. Sayangnya, aksi aksi jual massal (panic selling) di sesi kedua memangkas seluruh keuntungan tersebut. IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 2,8 poin (-0,05%) ke level 6.127,38, sekaligus memperpanjang tren koreksi sejak libur Iduladha.
Menariknya, volatilitas tinggi ini mencetak rekor sejarah baru. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini tembus ke angka fantastis, yakni Rp50,15 triliun dengan volume mencapai 47,21 miliar saham.
Sektor Perbankan Raksasa Jadi Korban “Banjir Darah”
Biang kerok utama tumbangnya IHSG sore ini tidak lain adalah aksi rontoknya saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar raksasa (big caps). Investor asing maupun domestik terpantau melakukan aksi ambil untung besar-besaran.
Berikut adalah rapor merah 5 saham bank dengan penurunan terdalam pada hari ini:
| Kode Emiten | Nama Perusahaan | Persentase Penurunan | Harga Penutupan (Rp) |
| BBTN | PT Bank Tabungan Negara Tbk | -5,22% | 1.270 |
| BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | -4,60% (Transaksi Rp5,82 T) | 5.700 |
| BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | -3,91% (Transaksi Rp3,19 T) | 2.950 |
| BBNI | PT Bank Negara Indonesia Tbk | -3,65% | 3.700 |
| BDMN | PT Bank Danamon Indonesia Tbk | -1,69% | 4.660 |
Tidak ketinggalan, raksasa perbankan lain seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ikut terkoreksi 1,21% ke level 4.080, disusul PNBN dan BNII yang juga memerah.
Oase di Tengah Gurun: BRIS Memimpin Perlawanan
Di tengah badai tekanan jual yang menghantam sektor finansial konvensional, segelintir saham perbankan terpantau masih mampu bertahan kokoh di zona hijau, dipimpin oleh sektor syariah:
-
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS): Sukses memimpin penguatan sektor dengan kenaikan signifikan +2,59% ke level 1.980.
-
PT Bank Permata Tbk (BNLI): Naik tipis +0,97%.
-
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA): Menguat aman +0,31%.
Tingginya nilai transaksi yang hampir memecahkan rekor sejarah ini mengindikasikan adanya pergeseran portofolio besar-besaran oleh investor institusi menjelang penutupan bulan Mei.