JAKARTA – Curah hujan tinggi yang mengguyur Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir telah memicu sejumlah bencana alam, termasuk tanah longsor, banjir, dan angin kencang. Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan berbagai dampak bencana yang mengkhawatirkan, sekaligus upaya penanganan yang sedang dilakukan.
Cilacap dan Kebumen Dilanda Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem
Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengalami tanah longsor yang disebabkan oleh hujan deras selama tiga jam. Akibatnya, satu rumah rusak ringan dan akses jalan sepanjang 70 cm terputus. BPBD Cilacap segera menyalurkan bantuan logistik dan mengerahkan petugas untuk membersihkan material longsoran. Akses jalan sudah dapat dilalui kembali, namun BPBD mengingatkan warga untuk waspada terhadap longsor susulan.
Tidak hanya itu, Kabupaten Kebumen juga diterjang bencana serupa. Tanah longsor yang terjadi di tiga kecamatan merusak lima rumah, sementara hujan disertai angin kencang menghancurkan 16 rumah. Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Kutowinangun akibat peningkatan debit air Sungai Tolang. Beruntung, air sudah mulai surut, namun BPBD Kebumen terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemulihan dan pembersihan.
Angin Kencang dan Puting Beliung di Boyolali dan Bulukumba
Tak hanya di Jawa Tengah, peristiwa cuaca ekstrem juga terjadi di wilayah lain. Boyolali, Jawa Tengah, dilanda angin kencang pada Rabu (19/2) yang mengakibatkan pohon tumbang dan merusak enam rumah. Tim gabungan BPBD Boyolali berhasil membersihkan pohon-pohon tumbang dan mengembalikan kondisi kawasan ke keadaan semula.
Sementara itu, Kabupaten Bulukumba di Sulawesi Selatan diterjang angin puting beliung pada hari yang sama. Akibatnya, 10 rumah rusak ringan dan dua rumah rusak berat. BPBD Bulukumba bersama tim gabungan langsung melakukan pendataan dan perbaikan untuk membantu korban terdampak.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait hujan lebat, angin kencang, dan potensi bencana lainnya hingga 22 Februari 2025. Beberapa wilayah yang diperkirakan akan terimbas hujan lebat antara lain Aceh, Bali, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Papua, dan Sulawesi.
BNPB Serukan Kesiapsiagaan Masyarakat
BNPB mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Untuk mengurangi risiko bencana, penting bagi setiap keluarga dan komunitas untuk melakukan mitigasi bencana seperti membersihkan saluran drainase, memangkas dahan pohon, serta menyusun rencana evakuasi. Pencegahan dan kesiapsiagaan dapat mengurangi dampak buruk bencana alam yang kerap datang secara tiba-tiba.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem ini, kerjasama antara warga, pemerintah daerah, dan pihak berwenang sangat dibutuhkan untuk menanggulangi dan mengurangi dampak bencana.