JAKARTA – Legenda balap Italia Valentino Rossi kembali menambah catatan kemenangannya di dunia motorsport. Kali ini, “The Doctor” sukses menjuarai putaran final Intercontinental GT Challenge di Sirkuit Indianapolis, mengendarai BMW M4 GT3. Kemenangan ini terasa spesial, mengingat sirkuit yang sama menjadi saksi kejayaannya pada MotoGP 2008 bersama Yamaha.
“Perasaan yang luar biasa, sama seperti 2008, saat itu hujan turun dan balapan sempat terhenti. Itu adalah akhir pekan yang luar biasa,” jelasnya dalam wawancara daring dengan Sky Sport.
Seiring semakin jauhnya Rossi dari paddock MotoGP, sang legenda ditanya mengenai proyek VR46 Riders Academy — program pembinaan pembalap muda yang telah melahirkan sejumlah bintang besar namun kini dinilai kesulitan menemukan penerus untuk masa depan.
“Proyek ini dimulai pada 2012-2013 dan merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi saya. Saya mencoba mengembalikan apa yang telah diberikan oleh motor kepada saya dan hidup saya,” ujarnya.
Rossi mengungkapkan kebanggaannya terhadap para pembalap jebolan akademinya yang kini berlaga di MotoGP.
“Sangat menyenangkan bisa bekerja sama dengan anak-anak muda; ini merupakan jalan yang panjang, tapi kami berhasil membawa empat pembalap ke MotoGP. Mereka membuat kami bahagia. Saya senang mengikuti balapan dan menyemangati mereka,” katanya.
Valentino Rossi menyoroti beberapa nama besar di bawah naungan VR46.
“Ada Luca Marini, yang mengendarai motor pabrikan Honda. Ia membuat keputusan berani karena motornya bermasalah, tetapi sekarang ia selalu berada di atas. Ada Franco Morbidelli, yang telah kami bantu dan telah bersama kami sejak awal. Ia memenangi Kejuaraan Dunia Moto2 dan sekarang, ia bersama kami di MotoGP. Ada Marco Bezzecchi, yang memberi kami kepuasan luar biasa tahun ini. Ia membalap bersama Aprilia dan menjalani musim yang fantastis. Dia menang, tapi di Australia, sayangnya, dia harus membayar konsekuensi dari dua lap yang panjang, tapi dia yang tercepat.”
Namun, Rossi tak menampik bahwa Francesco “Pecco” Bagnaia, pembalap tersukses dari VR46 Academy, tengah menghadapi periode sulit.
“Pecco adalah juara dunia tiga kali, termasuk satu gelar di Moto2, juga bersama tim kami. Ia sangat cepat, tapi sayangnya tahun ini, ia mengalami momen yang sulit,” akunya.
Rossi menambahkan, meski Bagnaia sempat mendominasi tiga musim terakhir, performanya menurun pada musim ini bersama Ducati.
“Dalam tiga tahun terakhir, ia selalu bertarung untuk Kejuaraan Dunia. Ia memenangi dua balapan, sementara tahun lalu, ia kalah di balapan terakhir. Ia telah membuktikan kemampuannya. Tahun ini, karena berbagai alasan, ia belum merasa nyaman dengan Ducati baru. Ia mulai mengalami kesulitan, bersama dengan rekan setimnya yang secepat (Marc) Marquez. Kami sedang mengalami momen yang sulit dan kami berusaha membantunya 100 persen, mencoba mencari cara untuk mengatasi situasi ini. Kami masih belum mengerti apa yang terjadi, tapi kami yakin Pecco akan kembali ke depan dan akan bertarung untuk meraih kemenangan lagi.”