MAKKAH, ARAB SAUDI – Di tengah lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia, Wali Kota London, Sadiq Khan, merasakan langsung makna persatuan umat Islam saat menunaikan ibadah haji 2026 di Tanah Suci. Bergabung bersama lebih dari 1,7 juta jemaah dari 165 negara, Khan menyebut haji sebagai pengalaman spiritual yang sarat dengan pesan kebersamaan, kerendahan hati, dan persaudaraan lintas bangsa.
Melalui unggahan yang dibagikannya dari Makkah, Khan mengungkapkan rasa syukur karena dapat menjadi bagian dari jutaan Muslim yang berkumpul untuk menunaikan rukun Islam kelima. Baginya, haji bukan sekadar rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk menyaksikan secara langsung bagaimana umat Islam dari berbagai latar belakang bersatu dalam tujuan yang sama.
> “Saya merasa bangga dan mendapat keberkahan karena dapat melaksanakan ibadah haji bersama lebih dari 1,5 juta umat Islam,” kata Khan dalam unggahannya.
Pernyataan itu menggambarkan kesan mendalam yang dirasakan Khan selama berada di pusat pelaksanaan ibadah haji. Di tengah jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara, perbedaan bahasa, warna kulit, budaya, maupun status sosial seakan melebur dalam semangat ibadah dan persaudaraan.
Sebagai pemimpin salah satu kota paling multikultural di dunia, Khan melihat haji sebagai gambaran nyata tentang persatuan yang melampaui batas geografis dan identitas nasional. Seluruh jemaah menjalani ritual yang sama, mengenakan pakaian ihram yang serupa, serta berdiri berdampingan tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan sosial.
Menurut Khan, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa nilai utama haji terletak pada kerendahan hati dan kesadaran bahwa seluruh manusia memiliki kedudukan yang setara di hadapan Tuhan.
Ia menggambarkan ibadah haji sebagai perjalanan yang mampu mengubah kehidupan seseorang. Selain menjadi bentuk pengabdian spiritual, haji juga menghadirkan ruang refleksi untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat hubungan dengan sesama manusia.
Di tengah dunia yang masih menghadapi berbagai konflik, ketegangan politik, dan perpecahan sosial, Khan menilai pelaksanaan haji menawarkan pesan universal tentang pentingnya persatuan dan saling menghormati. Jutaan orang dari berbagai belahan dunia dapat berkumpul dalam suasana damai, menjalankan ibadah bersama, serta menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan.
Musim haji 2026 sendiri mencatat peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data otoritas statistik Arab Saudi, total jemaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang atau meningkat sekitar 2,04 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 1.673.230 jemaah.
Dari total tersebut, sebanyak 1.546.655 jemaah berasal dari luar Arab Saudi. Mereka datang dari 165 negara, menjadikan haji sebagai salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia yang berlangsung setiap tahun.
Besarnya jumlah jemaah internasional tersebut semakin mempertegas posisi haji sebagai simbol persatuan umat Islam global. Di tempat yang sama, jutaan orang dengan latar belakang yang berbeda berkumpul untuk menjalankan ibadah yang sama, membawa harapan yang sama, dan merasakan pengalaman spiritual yang sama.
Bagi Sadiq Khan, pengalaman berada di tengah jutaan Muslim dunia itu menjadi pelajaran berharga tentang arti kebersamaan. Di Makkah, identitas sebagai pejabat publik, profesi, maupun kebangsaan seolah tidak lagi menjadi pembeda. Yang tersisa adalah ikatan persaudaraan sebagai sesama umat Islam yang datang memenuhi panggilan ibadah.
Pesan itulah yang kemudian dibawa Khan dari Tanah Suci menjelang perayaan Idul Adha. Bahwa di tengah keberagaman yang dimiliki umat Islam di seluruh dunia, selalu ada nilai persatuan yang mampu menyatukan jutaan orang dalam satu tujuan dan satu keyakinan.