JAKARTA – Sekelompok pria bertopeng bersenjata api menyerang sebuah warung kopi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu dini hari (8/10/2025). Dalam insiden brutal yang terekam CCTV dan viral di media sosial itu, dua orang pengunjung dilaporkan mengalami luka tembak. Polisi menduga aksi ini berkaitan dengan praktik premanisme dan tengah memburu para pelaku.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di sebuah warkop sederhana yang ramai dikunjungi pedagang malam dan pekerja lepas. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas, kelompok penyerang—berjumlah sekitar lima hingga tujuh orang—tiba-tiba muncul dengan mengenakan jaket hitam dan masker yang menutupi wajah. Mereka berlari mendekati lokasi sambil berteriak, sebelum salah satu dari mereka menodong senjata api dan melepaskan tembakan ke arah pengunjung serta pemilik warung.
Meski ada upaya heroik dari beberapa saksi yang berusaha menghadang masuknya gerombolan itu, penyerang tetap berhasil menerobos. Yang lebih mengkhawatirkan, seorang anak laki-laki terlihat berada di dalam warkop saat insiden berlangsung, beruntung tidak ikut menjadi korban. Dua orang yang terluka—diduga salah satunya pemilik warung—langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan kondisi stabil setelah mendapat perawatan awal. Identitas korban sementara dirahasiakan untuk alasan keamanan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, segera mengerahkan tim gabungan untuk memburu pelaku. Dalam konferensi pers Kamis (9/10/2025), ia mengungkapkan kronologi singkat kejadian.
“Sekelompok orang tiba-tiba mendatangi warkop dan langsung menyerang pengunjung serta pemilik warkop,” ujar Susatyo kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).
Penyelidikan awal mengarah pada motif dendam antar kelompok atau persaingan usaha di kawasan Tanah Abang yang dikenal sebagai pusat perdagangan tekstil. Polisi telah mengamankan beberapa saksi kunci, termasuk pemilik warkop, dan menganalisis footage CCTV untuk mengidentifikasi pelaku melalui ciri khas pakaian serta pola gerak mereka.
“Kami intensifkan patroli di area rawan seperti Tanah Abang untuk mencegah eskalasi serupa,” tambah Susatyo, menekankan komitmen Polri dalam memberantas aksi premanisme.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di Jakarta Pusat sepanjang 2025, di mana laporan serangan bersenjata naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya menurut data internal kepolisian. Warga Tanah Abang pun ramai menyuarakan kekhawatiran di media sosial, menuntut kehadiran lebih kuat dari aparat keamanan untuk melindungi aktivitas malam hari.