JAKARTA – Pemerintah mempercepat langkah pemerataan pendidikan bermutu melalui pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebuah konsep sekolah unggulan tanpa sistem asrama yang menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam sektor pendidikan.
Program ini dirancang untuk menghadirkan layanan pendidikan berkualitas tinggi yang dapat diakses lebih luas oleh peserta didik di berbagai wilayah Indonesia tanpa harus tinggal di lingkungan sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan berfungsi sebagai pusat pendidikan unggulan di sejumlah daerah.
“Yang ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama. Tahun ini direncanakan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujar Abdul Mu’ti usai bertemu dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6).
Seleksi Sekolah Sudah Berjalan
Pemerintah saat ini telah memasuki tahap seleksi lokasi dan satuan pendidikan yang akan menjadi bagian dari program Sekolah Nasional Terintegrasi.
Berbagai usulan dari pemerintah daerah telah diterima dan melalui proses penilaian untuk menentukan sekolah yang memenuhi kriteria pengembangan sebagai pusat pendidikan unggulan.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa implementasi program mulai dijalankan pada tahun ini dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah tersedia serta pembangunan unit sekolah baru di sejumlah wilayah prioritas.
“Dan sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi. Dan tahun ini kami mulai, insyaallah. Lima (sekolah) kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian ada satu (sekolah) yang di IKN (Ibu Kota Nusantara), dan kemudian sembilan (sekolah) yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah diseleksi,” jelasnya.
Hadir di IKN dan Sejumlah Wilayah Strategis
Sebagian Sekolah Nasional Terintegrasi akan memanfaatkan aset pendidikan yang sudah dimiliki Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar proses operasional dapat berjalan lebih cepat.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan satu sekolah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan di pusat pemerintahan baru Indonesia.
Pembangunan sekolah baru juga akan dilakukan di sejumlah daerah yang telah lolos seleksi untuk memastikan distribusi pendidikan unggulan tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
Pemerataan Mutu Pendidikan Jadi Fokus
Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih merata.
Keberadaan sekolah unggulan non-asrama diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi siswa berprestasi di berbagai daerah untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan lingkungan keluarga.
Selain menjalankan program SNT, pemerintah juga tetap melanjutkan agenda revitalisasi sekolah secara nasional sebagai langkah memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan.
Pada tahun 2026, target revitalisasi mencakup 71.744 satuan pendidikan mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak, modern, dan kompetitif.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antardaerah di Indonesia.***