Tabir gelap yang menyelimuti kasus perampokan sadis terhadap lansia Dumaris Denny Waty Sitio (60) di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, akhirnya tersingkap. Kehangatan rumah yang biasanya ramah itu berubah menjadi tempat kejadian perkara (TKP) yang memilukan pada Rabu (29/4/2026).
Setelah melakukan perburuan lintas provinsi, tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru berhasil meringkus para eksekutor keji yang mencoba menghapus jejak. Berikut adalah 5 fakta mendalam di balik pengungkapan kasus yang menggegerkan Riau tersebut:
1. Pelarian Lintas Provinsi Berakhir di Sel Tahanan
Empat pelaku utama yang sempat mengira bisa lolos dari kejaran hukum akhirnya bertekuk lutut. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengonfirmasi penangkapan dilakukan secara simultan di dua provinsi tetangga. Dua pelaku diciduk di persembunyiannya di Aceh Tengah, sementara dua lainnya diringkus di Binjai, Sumatera Utara.
2. Siasat Maut di Balik Mobil Avanza Hitam
Rekaman CCTV menjadi saksi bisu betapa terencananya aksi ini. Menggunakan mobil Avanza hitam, empat pelaku (dua pria dan dua wanita) terlihat memantau situasi rumah. Mereka menunggu hingga suami korban, Salmon Meha, keluar untuk mengurus pajak kendaraan.
Saat itulah, serangan brutal terjadi. Seorang pelaku pria menghantam kepala korban menggunakan potongan kayu berkali-kali hingga menyebabkan pendarahan hebat pada otak. Tak puas hanya menghabisi nyawa, mereka menggasak perhiasan emas 22 gram, dollar Singapura, hingga ponsel milik korban.
3. Kehadiran Sang Anak yang Penuh Teka-teki
Fakta paling mencengangkan muncul saat polisi mendalami rekaman CCTV. Anak kandung korban berinisial A terlihat datang menggunakan sepeda motor tepat saat perampokan sedang berlangsung. Meski sempat masuk, A tiba-tiba keluar lagi—diduga karena “dibujuk” oleh salah satu pelaku agar tidak masuk lebih dalam. Kepada penyidik, A mengaku tidak menyadari bahwa ibunya sudah tergeletak tak bernyawa di dapur. Polisi kini mendalami apakah A berada di bawah pengaruh atau tekanan para pelaku.
4. Mantan Menantu Sebagai Otak Intelektual
Kecurigaan keluarga yang selama ini sering kehilangan barang ternyata berujung pada kebenaran pahit. Salah satu wanita dalam rekaman CCTV teridentifikasi sebagai AF, mantan menantu korban. AF sebelumnya menikah dengan A (anak korban yang berkebutuhan khusus) namun sempat kabur dari rumah. Hubungan kekerabatan inilah yang diduga dimanfaatkan AF untuk mengetahui celah keamanan rumah dan mengincar harta mertuanya.
5. Kepergian Sosok Dermawan yang Dicintai
Duka mendalam tidak hanya dirasakan keluarga, tapi juga seluruh warga Jalan Kurnia II. Dumaris dikenal sebagai sosok yang sangat ramah dan dermawan. “Anak-anak senang karena kalau lebaran beliau sering memberi THR,” kenang Ibu Isra, Ketua RT setempat. Warga tak menyangka sosok yang begitu peduli terhadap lingkungan harus pergi dengan cara yang begitu tragis di tangan orang yang pernah menjadi bagian dari keluarganya sendiri.