Hari Ibu dirayakan hampir di seluruh dunia sebagai bentuk penghormatan terhadap kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu, namun cara perayaannya sangat beragam dan mencerminkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Dari pesta tiga hari penuh lagu dan makanan hingga ritual mandi di air suci atau serenade dengan band mariachi di pagi hari, tradisi ini menunjukkan bahwa menghargai ibu tidak selalu harus dengan bunga atau kartu ucapan standar.
Berdasarkan penelitian dari sumber seperti History.com dan PBS berikut lima perayaan Hari Ibu paling unik dari berbagai negara yang akan membuat Anda tersenyum sekaligus kagum dengan kreativitas manusia dalam menyatakan rasa terima kasih kepada sosok yang paling berjasa dalam hidup kita.
1. Ethiopia: Festival Antrosht yang Penuh Lagu dan Pesta Tiga Hari
Di Ethiopia, Hari Ibu dirayakan sebagai festival Antrosht yang berlangsung selama tiga hari di akhir musim hujan (sekitar September-Oktober). Perayaan ini dimulai dengan anak-anak pergi ke hutan untuk mengumpulkan bahan makanan seperti daging, sayur, dan rempah, kemudian memasak hidangan khas seperti doro wat (ayam pedas) atau injera (roti pipih).
Pada hari pertama, keluarga berkumpul untuk bernyanyi, menari, dan bercerita tentang ibu mereka, sementara ibu-ibu duduk di tempat kehormatan. Hari kedua dan ketiga diisi dengan pesta makan bersama, di mana anak-anak menghibur ibu dengan lagu-lagu pujian.
Tradisi ini unik karena menekankan rasa syukur atas peran ibu dalam keluarga dan masyarakat, dan sering melibatkan seluruh komunitas desa, mencerminkan budaya kolektif Ethiopia.
2. Meksiko: Serenade Pagi Hari dengan Band Mariachi
Di Meksiko, Hari Ibu dirayakan pada 10 Mei dengan tradisi serenade (nyanyian pagi) yang romantis dan riuh. Keluarga sering menyewa band mariachi (grup musik tradisional dengan gitar, violin, dan trompet) untuk menyanyikan lagu-lagu seperti “Las Mañanitas” di depan rumah ibu pada dini hari.
Perayaan berlanjut dengan misa gereja di pagi hari, diikuti pesta makan bersama hidangan khas seperti tamales atau mole, dan hadiah bunga atau perhiasan. Yang membuatnya unik adalah elemen kejutan musik pagi hari, yang mencerminkan budaya Meksiko yang penuh semangat dan ekspresif dalam menghormati ibu sebagai pusat keluarga.
3. Jepang: Pemberian Bunga Karnasi Merah dan Makan Keluarga
Hari Ibu di Jepang dirayakan pada Minggu kedua Mei dengan tradisi memberikan bunga karnasi merah sebagai simbol kasih sayang dan ketahanan. Anak-anak sering membuat atau membeli karnasi merah untuk ibu mereka, sementara karnasi putih diberikan untuk mengenang ibu yang telah meninggal.
Perayaan ini biasanya diisi dengan makan malam keluarga sederhana di rumah, dengan hidangan favorit ibu seperti sushi atau tamagoyaki (omelet Jepang). Uniknya, fokus pada simbolisme bunga mencerminkan budaya Jepang yang halus dan penuh makna, di mana Hari Ibu juga menjadi momen untuk mengungkapkan rasa terima kasih secara diam-diam melalui tindakan kecil.
4. Nepal: Ritual Mandi di Mata Tirtha Pond untuk Berkat Ibu
Di Nepal, Hari Ibu disebut “Aama Ko Mukh Herne Din” dan dirayakan pada hari gelap bulan Baisakh (sekitar April-Mei) dengan ritual spiritual. Banyak orang melakukan ziarah ke Mata Tirtha Pond di Kathmandu, di mana mereka mandi di air suci pond tersebut untuk membersihkan diri dan memohon berkat bagi ibu mereka.
Tradisi ini diikuti dengan puja (sembahyang) di rumah, memberikan hadiah sederhana seperti kain atau buah, dan makan bersama. Keunikan perayaan ini terletak pada aspek spiritual Hindu, di mana mandi di pond dipercaya membawa keberkahan dan membersihkan karma buruk, menekankan peran ibu sebagai sumber kehidupan spiritual dalam budaya Nepal.
5. Prancis: Pemberian Kue Berbentuk Bunga dan Hari Libur untuk Ibu
Di Prancis, Hari Ibu disebut “Fête des Mères” dan dirayakan pada Minggu terakhir Mei dengan tradisi memberikan kue berbentuk bunga atau bouquet (seperti gateau des mères). Anak-anak sering membuat kartu ucapan handmade di sekolah, dan keluarga memberikan hari libur total untuk ibu—tidak memasak atau membersihkan rumah.
Perayaan ini unik karena terinspirasi dari tradisi Romawi kuno menghormati dewi ibu, dan sekarang menjadi hari nasional di mana restoran penuh dengan menu spesial untuk ibu, mencerminkan budaya Prancis yang menekankan keindahan dan kenyamanan dalam menghargai peran ibu.