JAKARTA โย Musim Asosiasi Tenis Wanita (WTA) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan persaingan yang semakin terbuka dengan munculnya juara-juara baru di setiap turnamen Grand Slam.
Pada 2025, tidak ada dominasi tunggal setelah Madison Keys mencetak sejarah dengan meraih gelar mayor perdananya di Australian Open usai menumbangkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka.
Coco Gauff kemudian melanjutkan tren tersebut dengan menambah koleksi gelar Grand Slam miliknya setelah kembali mengalahkan Sabalenka di partai final turnamen besar berikutnya.
Memasuki 2026, Elena Rybakina membuka musim dengan performa impresif usai keluar sebagai juara Australian Open, mempertegas ketatnya persaingan di level elite tenis putri dunia.
Legenda tenis Amerika, Tracy Austin, menilai hanya segelintir pemain yang benar-benar memiliki peluang realistis untuk meraih gelar Grand Slam sepanjang tahun ini.
Dalam wawancara bersama Tennis Channel, Austin secara tegas menyebut ada sembilan petenis yang masuk dalam radar kandidat juara.
โSaya punya sembilan nama yang menurut saya bisa memenangkan Grand Slam tahun ini,โ ujar Austin.
Ia memasukkan nama-nama besar seperti Aryna Sabalenka, Elena Rybakina, Iga Swiatek, Coco Gauff, Jessica Pegula, Amanda Anisimova, dan Mirra Andreeva sebagai kandidat kuat.
Selain itu, Austin juga memberikan perhatian khusus kepada petenis muda Victoria Mboko yang dinilai memiliki potensi luar biasa.
โSaya sangat terkesan dengan Mboko, dan tidak akan terkejut jika dalam waktu dekat dia mampu memenangkan Grand Slam,โ tambahnya.
Austin turut memasukkan Karolina Muchova dalam daftar tersebut meskipun performanya belum stabil, dengan catatan bahwa pemain tersebut memiliki kemampuan untuk tampil eksplosif di momen tertentu.
โMuchova bisa sangat berbahaya saat menemukan ritmenya, kita sudah melihat dia beberapa kali mencapai semifinal,โ jelas Austin.
Sementara itu, dua nama lain yakni Elina Svitolina dan Donna Vekic disebut sebagai kandidat di luar daftar utama namun tetap patut diperhitungkan.
Di sisi lain, sorotan tajam juga mengarah pada Victoria Mboko yang kini menjelma menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia tenis.
Di usia 19 tahun, Mboko telah menembus peringkat sembilan dunia dan bahkan sukses meraih gelar WTA 1000, sebuah pencapaian langka untuk pemain seusianya.
Namun demikian, performanya di turnamen Grand Slam masih belum maksimal jika dibandingkan dengan potensinya.
Pada debut Grand Slam di Roland Garros tahun lalu, Mboko hanya mampu mencapai babak ketiga sebelum dihentikan Zheng Qinwen.
Perjalanan di Wimbledon juga terhenti lebih awal setelah ia tersingkir di babak kedua.
Sementara di US Open, Mboko harus menerima kenyataan pahit tersingkir di babak pertama.
Pencapaian terbaiknya sejauh ini terjadi di Australian Open 2026 ketika ia berhasil menembus babak keempat sebelum dikalahkan Aryna Sabalenka.
Performa tersebut menjadi sinyal bahwa Mboko masih membutuhkan konsistensi untuk benar-benar bersaing di level tertinggi Grand Slam.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, musim WTA 2026 diprediksi akan kembali menghadirkan kejutan dalam perebutan gelar mayor.
Berikut rincian nama-nama petenis yang disebut Tracy Austin sebagai kandidat juara Grand Slam 2026:
Kandidat Utama:
- Aryna Sabalenka (Belarus)
- Elena Rybakina (Kazakhstan)
- Iga Swiatek (Polandia)
- Coco Gauff (Amerika Serikat)
- Jessica Pegula (Amerika Serikat)
- Amanda Anisimova (Amerika Serikat)
- Mirra Andreeva (Rusia)
- Victoria Mboko (Kanada)
- Karolina Muchova (Republik Ceko)
Honourable Mention (di luar daftar utama):
- Elina Svitolina (Ukraina)
- Donna Vekic (Kroasia)
***