JAKARTA – Musim kelam 2024/2025 resmi ditutup dengan nasib tragis bagi Venezia FC yang harus turun kasta ke Serie B.
Klub asal Venesia ini gagal mempertahankan statusnya di kasta tertinggi sepak bola Italia setelah hanya meraup 29 poin sepanjang musim.
Reaksi penuh emosi pun datang dari kapten tim, Jay Idzes, yang menyebut situasi ini sebagai “sangat menyakitkan”.
“Ini sangat menyakitkan. Musim ini tidak berjalan seperti yang kita inginkan, sesederhana itu,” tulis Idzes melalui akun Instagram resminya, Selasa (27/5/2025).
Ungkapan lugas ini menggambarkan suasana hati sang bek tangguh yang baru semusim menjadi kapten tim berjuluk I Lagunari.
Kegagalan bertahan di Serie A menjadi pukulan besar, terutama setelah keberhasilan Venezia promosi pada musim sebelumnya.
Jay Idzes mengaku timnya telah mengecewakan para penggemar yang setia menyuarakan dukungan di tengah badai performa yang tak stabil.
“Setelah promosi tahun lalu, tujuan kami jelas, yaitu bertahan di Serie A, namun kami telah mengecewakan para penggemar. Sepanjang tahun kalian selalu bersama kami dan mendukung kami di masa sulit sekalipun,” ujar Idzes.
Tantangan Baru Menanti Kapten Timnas Indonesia
Jay Idzes tak menutupi kekecewaannya, namun ia juga menegaskan tekad bangkit.
Pemain kelahiran Belanda itu menyampaikan keyakinannya bahwa momen ini bukan akhir, melainkan peluang untuk membangun kembali tim dengan semangat yang lebih besar.
“Saya sangat percaya bahwa hidup adalah tentang bagaimana bereaksi terhadap situasi tertentu, terutama dalam hal kemunduran. Kami akan mengambil kesempatan ini untuk membangun kembali dan kembali lebih kuat dari sebelumnya. Terima kasih semua,” lanjutnya.
Venezia mengakhiri musim Serie A di peringkat ke-19. Dari total 38 pertandingan, tim hanya mengantongi lima kemenangan, 14 hasil imbang, dan 19 kekalahan—rekor yang mengantar mereka kembali ke Serie B setelah semusim bertahan di kompetisi elite.
Misi Baru di Serie B
Jay Idzes didatangkan Venezia pada bursa transfer musim panas 2023. Meski baru bergabung, perannya cepat menonjol di lini pertahanan hingga akhirnya dipercaya mengenakan ban kapten menggantikan Joel Pohjanpalo yang hengkang ke Palermo.
Dengan kontrak yang masih berlaku hingga 2027, Idzes kini memikul tanggung jawab besar: memimpin kebangkitan tim yang tengah terluka.
Sosoknya bukan hanya penting di ruang ganti, tetapi juga menjadi simbol harapan suporter untuk bisa kembali melihat Venezia bersaing di Serie A dalam waktu dekat.***