JAKARTA – Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Keberhasilan ini menjadi momentum penting untuk membahas masa depan mereka, mengingat Fajar dan Fikri dipasangkan sejak Japan Open 2025 setelah pasangan reguler Fikri, Daniel Marthin, tengah menjalani pemulihan cedera lutut.
Sementara itu, Muhammad Rian Ardianto, tandem Fajar selama 11 tahun, sedang izin tidak bertanding karena urusan keluarga. Fajar dan Rian sempat menduduki peringkat 1 dunia pada akhir 2022 dan meraih gelar pada All England Open 2025, namun setelah itu performa mereka mengalami stagnasi.
Eng Hian, Kabid Binpres PP PBSI, menjelaskan bahwa gelar Fajar/Fikri di China Open membuka peluang baru. “Hasil yang cukup baik bagi Fajar/Fikri karena sudah lama tidak ada gelar Super 1000. Ke depan, ada berbagai kemungkinan untuk mereka,” ujar Eng Hian di pelatnas Cipayung, Jakarta, dilansir dari Bolasport. Ia menambahkan, Fajar akan kembali berpasangan dengan Rian untuk Kejuaraan Dunia 2025, namun keputusan terkait pasangan Fajar/Fikri di turnamen selanjutnya akan diserahkan kepada pelatih.
Perubahan Tak Terelakkan
Menghadapi Hong Kong Open 2025, Eng Hian mengungkapkan ada kemungkinan pasangan-pasangan baru terbentuk. Ia menyebutkan bahwa bisa saja Fajar dan Fikri dipasangkan lagi, sementara Rian kemungkinan akan dipasangkan dengan pemain junior pada turnamen tersebut.
Sementara itu, masalah cedera lutut yang dialami Daniel Marthin juga menjadi perhatian. Eng Hian mengungkapkan bahwa Daniel baru bisa kembali bertanding pada Januari 2026 setelah menjalani pemulihan. “Daniel kemungkinan baru bisa bertanding lagi pada Januari 2026. Dia butuh waktu setidaknya 6 bulan untuk bisa latihan lagi,” ujarnya.
Selain itu, ada pembahasan tentang kondisi para pemain senior yang berkeluarga. Eng Hian menyatakan, meskipun tidak ada masalah di pelatnas, keluarga bisa menjadi faktor yang memengaruhi fokus pemain di luar lapangan.
Fikri: Gelar yang Menghidupkan Semangat
Setelah meraih gelar Super 1000 pertama sejak All England 2022, Fikri merasa sangat puas dan termotivasi. “Senang akhirnya bisa juara lagi setelah 3,5 tahun. Ini menjadi penyemangat untuk saya karena sebelum berangkat ke Jepang dan China, kami tidak dibebani target oleh pelatih,” ujar Fikri. Ia mengungkapkan, evaluasi dan strategi bersama Fajar setelah kekalahan tipis di Japan Open 2025 memberikan dampak positif dalam meningkatkan performa mereka.
Perubahan Sektor Ganda Putri
Tidak hanya ganda putra, sektor ganda putri juga akan mengalami perombakan di Hong Kong Open 2025. Eng Hian mengungkapkan bahwa pasangan Apriyani Rahayu akan kembali dipasangkan dengan Fadia Silva Ramadhanti, sementara pasangan Ana/Tiwi akan dipisah. “Ana akan dipasangkan dengan Meilysa Trias Puspitasari. Tiwi dan Rachel (Allessya Rose) akan bermain bersama,” jelas Eng Hian. Selain itu, pasangan Lanny Tria Mayasari dan Febi Setianingrum juga mengalami perubahan karena pelatih merasa mereka belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Menanti Kejuaraan Dunia 2025
Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, yang akan digelar pada 25-31 Agustus, menjadi fokus utama sebagian besar pebulu tangkis Indonesia. Sementara itu, para pemain ganda putra dan ganda putri juga mempersiapkan diri untuk Hong Kong Open 2025, yang akan berlangsung pada 9-14 September dan berlevel Super 500.
Dengan berbagai perubahan dan strategi baru, PP PBSI berharap dapat menciptakan pasangan-pasangan yang lebih kuat dan bersaing di level tertinggi di dunia.