JAKARTA – Di tengah gelaran Konferensi Internasional Tingkat Tinggi tentang Implementasi Solusi Dua Negara, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata), mengadakan serangkaian pertemuan bilateral dengan perwakilan dari berbagai negara pada Rabu (30/7/2025). Pertemuan tersebut berlangsung untuk membahas perkembangan terkini mengenai isu Palestina dan pentingnya reformasi sistem multilateral.
Dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterbitkan pada Kamis, Wamenlu Tata menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk mendukung Palestina. Pertemuan tersebut termasuk diskusi dengan Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian, di mana Indonesia menekankan pentingnya menjaga momentum konferensi untuk mendorong implementasi Solusi Dua Negara.
“Presiden Prabowo telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan di bawah mandat PBB sebagai wujud komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian berkelanjutan di Palestina,” kata Wamenlu Tata. Pernyataan ini semakin meneguhkan posisi Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan Palestina.
Selain itu, Wamenlu Indonesia juga bertemu dengan Utusan Khusus Uni Eropa untuk Isu Timur Tengah, Duta Besar Christophe Bigot. Dalam pertemuan ini, kedua pihak menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan penolakan terhadap standar ganda. Indonesia dan Uni Eropa sepakat bahwa gencatan senjata menjadi prioritas untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza.
“UNRWA memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tumpuan harapan bagi warga Palestina, tetapi juga sebagai perwujudan keberadaan PBB di wilayah Palestina,” ujar Wamenlu Tata, menegaskan dukungannya terhadap badan PBB tersebut.
Pertemuan selanjutnya dengan Utusan Khusus Austria untuk KTT Palestina, Herbert Scheibner menyoroti pentingnya kontribusi global dalam pembangunan Palestina. Indonesia mengajak negara-negara dunia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan peningkatan kapasitas di wilayah tersebut.
Dalam diskusi dengan Wakil Tetap Australia untuk PBB, Duta Besar James Larsen, kedua pihak mengungkapkan keprihatinan terhadap kemunduran sistem multilateral yang mempersulit penyelesaian isu-isu krusial di PBB, termasuk konflik Palestina.
“Solidaritas dan kerja sama seluruh negara untuk mendorong reformasi PBB merupakan kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap sistem multilateral,” ungkap Wamenlu Tata, yang menekankan bahwa kerja sama internasional sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global, khususnya terkait Palestina.
Indonesia terus berupaya menggalang dukungan internasional untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan melalui implementasi Solusi Dua Negara, yang diyakini sebagai jalan terbaik bagi penyelesaian konflik Palestina-Israel.