JAKARTA – Timnas Argentina membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair, namun penampilan gemilang Lionel Messi justru dibayangi perdebatan soal keputusan wasit.
Dalam laga fase grup yang berlangsung Rabu (17/6/2026) pagi WIB, Messi tampil sebagai bintang utama setelah memborong seluruh gol Argentina dan mencatatkan hat-trick pertamanya sepanjang sejarah penampilannya di ajang Piala Dunia.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena pertandingan melawan Aljazair menjadi laga ke-200 Messi bersama tim nasional Argentina sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah Albiceleste.
Tiga gol yang dicetak sang kapten juga membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 16 gol, menyamai rekor legenda Jerman Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Namun, momen bersejarah itu tidak sepenuhnya menjadi sorotan utama setelah sebuah insiden pada menit ke-30 memicu kontroversi di berbagai platform media sosial.
Insiden Messi yang Memicu Perdebatan
Kontroversi bermula ketika Messi berupaya merebut bola dari bek tengah Aljazair, Aissa Mandi.
Dalam perebutan bola tersebut, kaki Messi terlihat menginjak bagian belakang betis Mandi saat keduanya berlari.
Sejumlah pengamat menilai pelanggaran itu cukup berbahaya dan layak mendapat kartu merah langsung.
Akan tetapi, wasit tidak memberikan kartu kuning maupun kartu merah kepada megabintang Inter Miami tersebut.
Keputusan tersebut segera memicu reaksi keras dari para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Banyak yang menilai Messi mendapatkan perlakuan berbeda dibanding pemain lain karena statusnya sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola.
Kritik Mengalir ke Wasit dan VAR
Sebagian suporter mempertanyakan mengapa tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) tidak digunakan untuk meninjau insiden tersebut.
“Seharusnya minimal kartu kuning, bahkan banyak yang menganggap itu kartu merah,” tulis seorang penggemar di media sosial seperti dikutip Athlon Sports.
Penggemar lain menilai keputusan tersebut menunjukkan adanya sikap lunak terhadap pemain bintang.
“Jika pemain lain melakukan pelanggaran yang sama, kemungkinan besar hukuman akan langsung diberikan,” tulis komentar lain yang ramai dibahas warganet.
Perdebatan semakin meluas setelah sejumlah analis sepak bola internasional ikut memberikan pandangan mereka.
Analis ESPN, Ale Moreno, menilai insiden tersebut dapat memperkuat anggapan bahwa pemain kelas dunia kerap memperoleh perlakuan lebih menguntungkan dibanding pemain biasa.
Ada yang Membela Messi
Di sisi lain, tidak semua pihak setuju bahwa insiden itu layak berujung kartu merah.
Sebagian pendukung Messi berpendapat sang pemain tidak memiliki niat mencederai lawan.
Mereka menilai kontak terjadi karena momentum pergerakan dan upaya merebut bola dalam kecepatan tinggi.
Beberapa penggemar bahkan menegaskan bahwa kartu kuning sudah menjadi hukuman maksimal yang pantas diberikan dalam situasi tersebut.
“Kontaknya terjadi tanpa kekuatan berlebihan dan terlihat tidak disengaja,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Fokus Argentina Berlanjut
Terlepas dari kontroversi yang muncul, kemenangan atas Aljazair memberikan modal penting bagi Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.
Messi juga dapat bernapas lega karena terhindar dari kartu yang berpotensi memengaruhi perjalanannya di turnamen.
Dalam regulasi Piala Dunia 2026, akumulasi dua kartu kuning dapat berujung pada larangan bermain satu pertandingan.
Argentina kini mengalihkan fokus menuju laga berikutnya melawan Austria yang akan menjadi ujian penting dalam perjalanan mereka mempertahankan mahkota juara dunia.
Fakta Penting Pertandingan
- Argentina 3-0 Aljazair.
- Lionel Messi mencetak tiga gol.
- Laga ke-200 Messi bersama Argentina.
- Koleksi gol Messi di Piala Dunia mencapai 16 gol.
- Menyamai rekor Miroslav Klose.
- Insiden pelanggaran terhadap Aissa Mandi memicu kontroversi.
- Messi tidak menerima kartu dari wasit.
- Argentina akan menghadapi Austria pada laga berikutnya.***