SEVILLA , SPANYOL – TNI AU mempercepat langkah strategisnya dalam memodernisasi armada dengan melatih empat penerbang andal untuk mengoperasikan pesawat angkut berat Airbus A-400M. Saat ini, keempat pilot tersebut tengah menjalani tahap intensif Full Flight Simulator (FFS) di International Training Center (ITC) Airbus di Sevilla, Spanyol, yang dijadwalkan berlangsung hingga 14 Oktober 2025.
Para penerbang yang terpilih untuk misi ini meliputi Letkol Pnb Putut Satriya, Mayor Pnb Riki Sihaloho, Mayor Pnb Fathir M. Hadid, serta Kapten Pnb Indra Kusuma N. Mereka dipilih berdasarkan rekam jejak keunggulan dalam misi udara sebelumnya, sebagai bagian dari komitmen TNI AU untuk membangun kekuatan udara yang lebih tangguh dan adaptif terhadap teknologi mutakhir.
Tahap FFS ini menjadi puncak dari rangkaian Type Rating Course untuk Airbus A-400M, yang sebelumnya mencakup Computer-Based Training (CBT) dan Flight Training Devices (FTD). Di sini, pilot-pilot tersebut berlatih di simulator canggih yang mampu mensimulasikan kondisi penerbangan nyata, termasuk manuver darurat, cuaca ekstrem, dan operasi kargo berat. Teknologi ini memungkinkan mereka mengasah keterampilan tanpa risiko, memastikan transisi mulus ke pesawat asli yang akan memperkuat kemampuan angkut strategis Indonesia di masa depan.
Usai menyelesaikan FFS, para penerbang akan melanjutkan ke fase Mission Planning and Restitution System (MPRS) di ITC Sevilla, yang dijadwalkan dari 17 hingga 23 Oktober 2025. Tahap ini fokus pada perencanaan misi kompleks dan analisis pasca-penerbangan menggunakan sistem digital terintegrasi. Selanjutnya, mereka akan menjalani Initial Operation Experience (IOE) langsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mengaplikasikan pengetahuan di lingkungan operasional nasional.
Program pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang TNI AU dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Kedatangan Airbus A-400M diharapkan memperluas jangkauan operasi angkutan udara, mendukung misi kemanusiaan, bantuan bencana, dan pertahanan nasional. Dengan kapasitas angkut hingga 37 ton dan jangkauan terbang ribuan kilometer, pesawat ini akan menjadi aset krusial bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
Menurut sumber resmi Dispenau, inisiatif ini mencerminkan visi TNI AU untuk siap menghadapi tantangan global, termasuk integrasi teknologi Eropa yang canggih. Proses seleksi dan pelatihan ketat ini juga menekankan standar keselamatan internasional, memastikan setiap penerbang mampu menjalankan misi dengan presisi tinggi.
Pelatihan di Spanyol ini menandai babak baru dalam kerjasama pertahanan Indonesia-Spanyol, di mana Airbus sebagai produsen utama berperan aktif mentransfer pengetahuan. Bagi masyarakat, hal ini berarti peningkatan kesiapan nasional yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat, seperti evakuasi bencana alam atau pengiriman bantuan logistik ke wilayah terpencil.