JAKARTA – Kejuaraan Dunia MotoGP kembali ke Sirkuit Sepang pada MotoGP Malaysia akhir pekan ini. Seperti tradisi setiap tahun sejak 2011, sebagian besar anggota paddock akan berjalan dengan penuh hormat menuju Tikungan 11 — tempat berdirinya plakat logam untuk mengenang Marco Simoncelli, yang kehilangan nyawanya akibat kecelakaan tragis pada 23 Oktober 2011.
Balapan MotoGP saat itu dihentikan sebelum akhir lap kedua dan tidak pernah dimulai kembali. Secara statistik, momen kelam tersebut bahkan tidak tercatat dalam sejarah resmi kejuaraan. Catatan menunjukkan bahwa Sepang telah menjadi tuan rumah 23 Grand Prix sejak pertama kali masuk kalender pada 1999, kecuali pada 2011 serta 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19.
Dari 23 balapan yang terselenggara, satu nama mencuat sebagai legenda di lintasan Malaysia: Valentino Rossi. The Doctor meraih enam kemenangan di Sepang — pertama pada 2001 dengan motor 500 cc, lalu bersama Honda pada 2003, dan empat kemenangan lainnya bersama Yamaha pada 2004, 2006, 2008, dan 2010. Ironisnya, Rossi, yang juga terlibat dalam kecelakaan Simoncelli saat membela Ducati pada 2011, tak pernah kembali naik podium tertinggi di sana.
Selain Rossi, Dani Pedrosa juga dikenal sebagai spesialis Sepang. Pembalap mungil asal Spanyol itu berjaya bersama Honda dengan tiga kemenangan pada 2012, 2013, dan 2015. Konsistensinya terlihat dari tujuh podium yang diraihnya di Malaysia, termasuk dua kali finis kedua (2008 dan 2009) serta dua kali ketiga (2006 dan 2007).
Dominasi Ducati di Satu Dekade Terakhir
Dalam seperempat abad sejarah GP Malaysia, hanya lima pembalap yang berhasil meraih dua kemenangan di Sepang. Kenny Roberts Jr. membuka daftar dengan dua kemenangan awal pada 1999 dan 2000 bersama Suzuki. Selanjutnya, Casey Stoner, Andrea Dovizioso, dan Francesco Bagnaia menambah catatan sukses Ducati, sementara Marc Márquez dua kali berjaya di atas motor Honda.
Meski begitu, lintasan Sepang bukanlah favorit Márquez. Bahkan pada musim 2019 yang sarat dominasi, ia gagal meraih kemenangan di sana. Sejak dua kemenangan Suzuki di awal era Sepang, Honda mencatat tujuh kemenangan dan Yamaha enam, sebelum akhirnya Ducati mengambil alih. Sejak 2016, tujuh edisi GP Malaysia telah digelar, dan lima di antaranya dimenangi oleh tim asal Bologna itu.
Beberapa pembalap besar justru belum pernah menang di Malaysia, termasuk Jorge Lorenzo, yang pada 2017 finis kedua dengan Ducati setelah pesan terkenal “Mapping 8” muncul di layarnya, meminta untuk memberi jalan kepada Dovizioso yang tengah bersaing merebut gelar juara dunia. Sepanjang kariernya, Lorenzo mengoleksi tujuh podium di Sepang antara 2010 hingga 2017, tanpa satu pun kemenangan.
Hingga kini, baik Jorge Martín maupun Fabio Quartararo juga belum menaklukkan Sepang. Sementara itu, Enea Bastianini (2023) dan Maverick Viñales (2019) menjadi dua pemenang terakhir di lintasan ini.
Apakah Aprilia Akan Cetak Sejarah?
Memasuki edisi ke-25 GP Malaysia, Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Motor pabrikan Noale itu menunjukkan performa kuat sepanjang musim, didukung kecepatan Marco Bezzecchi dan kemenangan perdana Raul Fernández di kelas utama pada seri Phillip Island pekan lalu. Sepang pun bisa menjadi panggung bagi Aprilia untuk meraih kemenangan pertama mereka di tanah Malaysia.
Jadwal MotoGP Malaysia 2025
Jumat (24/10/2025)
Moto3 – FP1 (08.00–08.35), Practice (12.15–12.50)
Moto2 – FP1 (08.50–09.30), Practice (13.05–13.45)
MotoGP – FP1 (09.45–10.30), Practice (14.00–15.00)
Sabtu (25/10/2025)
Moto3 – FP2 (07.40–08.10), Q1 (11.45–12.00), Q2 (12.10–12.25)
Moto2 – FP2 (08.25–08.55), Q1 (12.40–12.55), Q2 (13.05–13.20)
MotoGP – FP2 (09.10–09.40), Q1 (09.50–10.05), Q2 (10.15–10.30), Sprint Race (14.00)
Minggu (26/10/2025)
Moto3 Race – 11.00
Moto2 Race – 12.15
MotoGP Warm Up – 09.40–09.50