JAKARTA – Tanggal 5 November menjadi momen penting setiap tahunnya karena diperingati sebagai dua hari bersejarah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, tanggal ini dikenal sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), sementara dunia memperingatinya sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia.
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
Dilansir dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diperingati setiap 5 November berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993 yang ditandatangani Presiden Soeharto.
Penetapan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian flora dan fauna Indonesia, serta mendorong upaya perlindungan terhadap kekayaan hayati nasional.
Dalam Keppres tersebut, terdapat penetapan simbol puspa dan satwa nasional, yakni:
- Komodo sebagai satwa nasional
- Ikan Siluk Merah (Arowana Merah) sebagai satwa pesona
- Elang Jawa sebagai satwa langka
Sementara untuk kategori bunga, ditetapkan tiga jenis puspa nasional:
- Melati sebagai puspa bangsa
- Anggrek Bulan sebagai puspa pesona
- Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia
Selain itu, tanggal 5 November juga diperingati sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. Mengutip laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2015.
Melalui momentum ini, PBB mengimbau negara-negara di dunia, lembaga internasional, serta masyarakat sipil untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami, sekaligus berbagi inovasi dalam pengurangan risiko bencana.
Gagasan peringatan ini berasal dari Jepang, negara yang memiliki pengalaman panjang menghadapi tsunami. Berdasarkan pengalaman itu, Jepang mengembangkan keahlian dalam sistem peringatan dini tsunami, edukasi publik, serta strategi rekonstruksi pasca-bencana yang lebih tangguh untuk meminimalkan dampak pada masa depan.