JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan Iran bahwa Washington siap mengambil tindakan jika aparat keamanan negara itu menembaki dan membunuh pengunjuk rasa damai di tengah gelombang protes akibat krisis ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Jumat (2/1/2026) melalui platform Truth Social. “Jika Iran menembaki dan dengan kejam membunuh pengunjuk rasa damai, seperti yang biasa mereka lakukan, Amerika Serikat akan datang menyelamatkan mereka. Kami dalam kondisi siaga dan siap bertindak,” tulisnya yang dikutip Anadolu.
Latar Belakang Protes
Gelombang demonstrasi bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, dipicu anjloknya nilai tukar rial terhadap mata uang asing dan memburuknya kondisi ekonomi. Aksi kemudian menyebar ke sejumlah kota lain di Iran.
Media lokal Fars News Agency dan kelompok HAM Hengaw melaporkan sedikitnya dua orang tewas di Kota Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari. Tiga orang meninggal di Azna, serta satu korban di Kuhdasht.
Menurut pejabat setempat, bentrokan terjadi setelah polisi membubarkan massa. Disebutkan sebagian demonstran melepaskan tembakan ke arah aparat keamanan dan melukai sejumlah petugas.
Respons Pemerintah Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui adanya ketidakpuasan publik. Ia menegaskan pemerintah bertanggung jawab atas persoalan ekonomi yang dihadapi negara itu dan meminta pejabat tidak menyalahkan pihak luar, termasuk Amerika Serikat.