JAKARTA – Kekalahan memalukan Real Madrid dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey pada Rabu malam menutup pekan buruk Los Blancos.
Namun di waktu yang sama Brahim Diaz justru mencatatkan cerita berbeda bersama timnas Maroko di Piala Afrika (AFCON) 2025.
Saat publik Madrid masih terpaku pada krisis klub, Brahim Diaz tampil membela Maroko dalam semifinal AFCON menghadapi Nigeria di Rabat, laga sarat tekanan karena status tuan rumah yang membawa ekspektasi nasional.
Pelatih Walid Regragui tetap mempercayakan Diaz di sisi kanan serangan untuk keenam laga beruntun, keputusan konsisten setelah sang winger Real Madrid selalu mencetak gol di lima pertandingan sebelumnya.
Maroko sempat menciptakan peluang terbaik jelang setengah jam pertandingan ketika umpan silang mantan bek Real Madrid disambut sundulan Diaz, namun peluang emas tersebut gagal berbuah gol.
Hingga waktu normal berakhir, dominasi penguasaan bola tuan rumah tak cukup menghadirkan peluang bersih, memaksa laga berakhir imbang dan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di extra time, Brahim Diaz terlihat mengalami kram setelah bekerja keras sepanjang laga, sebelum akhirnya ditarik keluar pada paruh kedua perpanjangan waktu.
Pergantian tersebut sekaligus memupus peluang Diaz mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam enam pertandingan AFCON berturut-turut.
Tak ada gol tercipta hingga 120 menit, sehingga laga penentuan tiket final AFCON harus diselesaikan melalui drama adu penalti.
Dalam adu tos-tosan, Achraf Hakimi membawa Maroko unggul 3-2 sebelum kiper Bono melakukan penyelamatan krusial yang membuka jalan ke final.
Tendangan penalti penutup memastikan kemenangan Maroko, memicu euforia besar di stadion dan perayaan nasional yang menggambarkan betapa pentingnya momen tersebut.
Maroko kini berpeluang meraih gelar Piala Afrika pertama sejak 1976 dan trofi AFCON kedua sepanjang sejarah mereka.
Setelah mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030, gelar AFCON akan menjadi penanda era emas sepak bola Maroko.
Namun tantangan berat menanti di final saat Maroko menghadapi Senegal, juara AFCON 2022 yang hanya sekali kalah dalam waktu normal sejak Piala Dunia terakhir.
Meski demikian, dukungan penuh publik Rabat memberi harapan besar bagi Brahim Diaz dan kolega saat final AFCON digelar Senin (19/1/2026) pukul 02.00 WIB.***



