Pembalap muda Mercedes-Benz Group AG, Kimi Antonelli, mengungkapkan bahwa ia bekerja sama dengan psikolog olahraga selama jeda musim dingin untuk membantu memulihkan kondisi mentalnya setelah melewati musim debut Formula 1 yang ia sebut cukup berat. Pembalap berusia 19 tahun itu kini memasuki musim keduanya di F1, bertepatan dengan perubahan besar regulasi pada 2026.
“Saya menjalani beberapa sesi dengan psikolog. Kami meninjau kembali apa saja yang berjalan baik dan apa yang tidak di 2025, lalu menetapkan target untuk musim ini,” ujar Antonelli dalam wawancara yang dipublikasikan Mercedes.
“Kimi versi 2026 jauh lebih siap,” tambahnya.
Bangkit dari Musim Rookie yang Menguras Mental
Musim debut Antonelli diawali dengan performa menjanjikan, namun kemudian diikuti periode panjang penurunan hasil dan kepercayaan diri. Ia sebelumnya mengakui fase tersebut sangat menguras mental, terutama saat performa tim Mercedes juga tidak konsisten.
Laporan The Athletic menyebut penurunan itu mulai terlihat jelas setelah akhir pekan balapan yang sulit, termasuk di Spa. Antonelli sendiri mengakui rasa percaya dirinya menurun seiring tekanan yang meningkat.
Direktur teknik trackside Mercedes, Andrew Shovlin, bahkan menilai bahwa “ekspektasi yang tidak realistis” turut memicu kesalahan saat Antonelli berada di bawah tekanan, khususnya selama rangkaian balapan Eropa.
Belajar dari pengalaman tersebut, Antonelli mengatakan program jeda musim difokuskan untuk mengubah pelajaran pahit musim lalu menjadi pendekatan yang lebih stabil sepanjang kalender balap yang padat.
Latihan Fisik dan Awal Musim yang Menjanjikan
Selain memperkuat aspek mental, Antonelli juga menjalani program latihan fisik intensif di IMG Academy, Florida, dengan fokus pada kebugaran kardio dan ketahanan menghadapi balapan di cuaca panas.
Ia juga memanfaatkan jeda musim untuk pindah ke rumah baru di San Marino dan menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum kembali ke rutinitas tim.
Di lintasan, Antonelli menunjukkan sinyal positif di awal 2026. Dalam tes shakedown tertutup di Barcelona pekan ini, ia mencatatkan waktu tercepat yang dilaporkan sekaligus menuntaskan jarak tempuh signifikan bagi Mercedes, saat tim-tim mulai memahami mobil baru dengan regulasi yang berubah drastis.
“Saya rasa jarak antar pembalap di grid tidak akan sebesar yang dibayangkan banyak orang. Persaingan bakal sangat ketat,” kata Antonelli optimistis.