JAKARTA – Pemerintah Meksiko mengerahkan 10.000 tentara untuk meredam gelombamg kekerasan yang pecah setelah kematian Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), pada Minggu (22/2/2026).
Oseguera tewas setelah baku tembak dengan militer di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, dan meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City. Kabar kematiannya memicu kerusuhan di 20 negara bagian, dengan anggota kartel membakar kendaraan, bisnis, serta memblokir jalan.
Menurut otoritas yang dilansir dari Hurriyet Daily News, Selasa (24/2/2026), bentrokan menewaskan sedikitnya 27 aparat keamanan, 46 tersangka kriminal, dan satu warga sipil. Insiden lain terjadi di Jalisco, ketika penjara diserang kelompok bersenjata hingga 23 narapidana melarikan diri.
CJNG dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling brutal di Meksiko. Oseguera, yang memiliki hadiah penangkapan sebesar 15 juta dolar AS, dianggap sebagai gembong terakhir sekelas Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ismael “El Mayo” Zambada.
Kekerasan juga melanda kota wisata Puerto Vallarta, memicu peringatan perjalanan dari AS, Kanada, Inggris, dan Australia. Puluhan penerbangan dibatalkan, sementara sekolah dan transportasi umum di Guadalajara ditutup.
Pemerintah Meksiko menyebut operasi penangkapan Oseguera didukung intelijen AS, namun Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan tidak ada pasukan Amerika yang terlibat. Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan keberadaan Oseguera berhasil dilacak melalui salah satu pacarnya.
Selain Oseguera, tangan kanannya, Hugo H. alias “El Tuli,” juga dilaporkan tewas. Militer menyita berbagai senjata, termasuk peluncur roket. Washington sendiri telah mengklasifikasikan CJNG sebagai organisasi teroris karena perannya dalam penyelundupan narkoba ke AS.