Aksi koboi jalanan yang dilakukan sejumlah debt collector (DC) atau yang akrab disapa ‘mata elang’ (matel) di Semarang berakhir di tangan polisi. Rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik pencegatan brutal terhadap sebuah mobil rental di Exit Tol Kaligawe viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Kronologi Pencegatan: Kunci Direbut Lewat Jendela
Dalam video yang diunggah akun @infodarisemarang, terlihat situasi mencekam saat sekelompok pria mengerumuni mobil Avanza hitam asal Jepara. Meski pengemudi sudah menjelaskan bahwa kendaraan tersebut adalah mobil sewaan, para pelaku tetap beringas.
Salah satu pelaku nekat merogoh celah jendela dan merampas kunci mobil yang masih menempel, menyebabkan tangan korban luka-luka. Suasana semakin histeris saat pintu mobil dibuka paksa dan para penumpang berteriak meminta tolong di tengah keramaian gerbang tol.
Fakta Mengejutkan: Salah Deteksi Target
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu (7/2) lalu. Ironisnya, setelah dilakukan pemeriksaan, mobil rental tersebut sama sekali tidak bermasalah dengan angsuran.
“Faktanya mobil tersebut ternyata tidak telat angsuran. Para DC ini salah mendeteksi mobil target mereka,” ungkap Artanto, Rabu (25/2/2026).
Kesalahan fatal ini menunjukkan betapa serampangan dan berbahayanya cara kerja oknum ‘mata elang’ yang melakukan eksekusi di jalanan tanpa prosedur hukum yang sah.
Tujuh Pelaku Berhasil Diringkus
Polda Jateng tidak tinggal diam melihat aksi premanisme tersebut. Tim Jatanras bergerak cepat dan berhasil meringkus tujuh orang pelaku pada Selasa (24/2/2026) di daerah Karangtempel, tepatnya di kantor layanan pembiayaan Woori Finance.
Kini, ketujuh ‘mata elang’ tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Polisi menegaskan bahwa perampasan kendaraan di jalanan secara sepihak adalah tindakan kriminal, apalagi jika disertai kekerasan dan salah sasaran.