DUBAI – Prestasi yang membanggakan kembali dipersembahkan oleh generasi muda Indonesia di panggung internasional. Aisyah Ar Rumy, seorang hafizah cilik berusia 10 tahun asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, berhasil meraih juara kedua pada ajang Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) 2026. Penghargaan ini sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kompetisi tahfidz dan tilawah Al-Qur’an yang bergengsi di dunia.
Dubai International Holy Quran Award merupakan salah satu kompetisi internasional tertinggi dalam bidang hafalan dan pembacaan Al-Qur’an. Ajang ini mempertemukan para penghafal Al-Qur’an terbaik dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghafal, membaca dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil yang benar. Kompetisi tahun 2026 ini merupakan penyelenggaraan ke-28, diikuti oleh lebih dari 5.600 peserta dari 105 negara di seluruh dunia.
Perjalanan Aisyah di Ajang Internasional
Aisyah Ar Rumy merupakan siswi kelas 4 dari SD Tahfidz Al-Qur’an Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sejak usia dini, Aisyah sudah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an. Seperti dilaporkan sejumlah media, di usia yang masih sangat belia ia telah mampu menghafal 26 juz Al-Qur’an, sebuah prestasi yang jarang terjadi di kalangan anak seusianya.
Perjalanan Aisyah untuk mencapai posisi puncak kompetisi internasional ini tidaklah mudah. Ia harus melalui berbagai tahapan seleksi ketat. Dari ribuan pendaftar, sebanyak 525 peserta berhasil lolos ke tahap kedua berupa penilaian langsung oleh dewan juri. Dari jumlah tersebut hanya tiga finalis terbaik di masing-masing kategori pria dan wanita yang berhak masuk babak final.
Setelah melewati proses penilaian yang ketat itu, Aisyah berhasil masuk tiga besar kategori putri, berkompetisi bersama dua finalis lain dari Mesir dan Suriah. Pada pengumuman pemenang yang diselenggarakan pada 2 Maret 2026, Aisyah dinyatakan meraih juara kedua kategori perempuan, sebuah pencapaian luar biasa yang mendulang apresiasi luas dari masyarakat Indonesia.
Dukungan dan Peran Keluarga serta Masyarakat
Kesuksesan Aisyah tak lepas dari peran besar keluarga dan lingkungan pendidikannya. Orang tua Aisyah konsisten memberikan dukungan penuh sejak awal ia belajar menghafal Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan edukatif di sekolah dan bimbingan dari guru-guru tahfidz menjadi fondasi utama yang membantu Aisyah membangun hafalan, ketelitian bacaan, serta penghayatan spiritual yang matang.
Dalam beberapa wawancara yang beredar di media, orang tua Aisyah juga sering mengungkapkan betapa pentingnya dukungan emosional, spiritual, serta kebiasaan rutin murojaah (mengulang hafalan) bagi perkembangan kemampuan putri mereka. Hal ini menjadi kunci yang membuat Aisyah mampu tampil tenang dan percaya diri di atas panggung internasional.
Selain dukungan keluarga, Aisyah juga mendapatkan dukungan luas dari masyarakat Indonesia. Netizen, tokoh agama, hingga pejabat daerah menyampaikan doa dan motivasi melalui berbagai platform media sosial. Bahkan pemerintah daerah setempat ikut melepas keberangkatan Aisyah secara resmi, menunjukkan betapa besar harapan masyarakat agar prestasi Indonesia terus bersinar di kancah global.
Makna Prestasi di Kancah Global
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi. Keberhasilan Aisyah membawa pulang penghargaan juara kedua pada ajang internasional sebesar DIHQA memberi pesan kuat bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di level dunia dalam ranah ilmu agama. Kompetisi ini menekankan kecakapan bukan hanya dalam hafalan, tetapi juga dalam pembacaan yang benar sesuai kaidah tajwid, serta pemahaman spiritual yang mendalam.
Pencapaian Aisyah menjadi inspirasi tidak hanya bagi anak-anak di Indonesia, tetapi juga remaja Muslim di seluruh dunia. Ia menunjukkan bahwa usia muda bukanlah hambatan untuk mencapai prestasi besar jika didukung oleh kerja keras, disiplin, dan dukungan lingkungan.
Harapan ke Depan
Dengan prestasi ini, harapan besar masyarakat Indonesia adalah agar Aisyah Ar Rumy terus mengembangkan kemampuan Al-Qur’an dan menjadi teladan bagi anak-anak bangsa lainnya. Tidak sedikit yang berharap keberhasilan ini akan memotivasi lembaga pendidikan tahfidz di Indonesia untuk semakin menguatkan program pembinaan dan fasilitas demi mencetak lebih banyak penghafal Al-Qur’an yang mampu bersaing di forum internasional.
Kiprah Aisyah akan selalu dikenang sebagai salah satu momen penting di mana Indonesia kembali memperlihatkan kiprahnya dalam bidang keagamaan di dunia, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda tanah air mampu berdiri sejajar di panggung global.