JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, aktivitas belanja masyarakat mulai mengalami peningkatan, terutama pada kategori fesyen. Tradisi membeli pakaian baru untuk merayakan Lebaran masih menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat Indonesia. Namun, seiring berkembangnya teknologi digital, cara masyarakat berburu baju Lebaran kini semakin berubah. Jika dahulu orang ramai mendatangi pusat perbelanjaan atau pasar tradisional, kini banyak yang memilih membeli pakaian melalui platform e-commerce.
Meski bulan Ramadan masih berlangsung, tren pembelian baju Lebaran sudah terlihat meningkat di berbagai platform belanja online. Banyak masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan Lebaran sejak awal hingga pertengahan Ramadan agar tidak kehabisan stok atau terlambat menerima pesanan. Kemudahan dalam berbelanja melalui aplikasi digital membuat masyarakat dapat mencari berbagai model pakaian, membandingkan harga, hingga membaca ulasan pembeli sebelum memutuskan untuk membeli.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mencatat bahwa sektor perdagangan digital terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya, termasuk pada periode Ramadan dan menjelang Lebaran. Aktivitas belanja online biasanya mengalami lonjakan karena masyarakat memanfaatkan berbagai promo yang ditawarkan oleh platform e-commerce, seperti potongan harga, flash sale, hingga gratis ongkos kirim.
Selain itu, laporan dari beberapa platform marketplace di Indonesia menunjukkan bahwa kategori fesyen, khususnya busana muslim, menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari selama Ramadan. Produk seperti gamis, baju koko, tunik, hijab, serta busana muslim keluarga menjadi favorit masyarakat untuk dikenakan saat merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Fenomena ini juga didukung oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin terbiasa dengan layanan digital. Dengan hanya menggunakan ponsel dan koneksi internet, masyarakat dapat berbelanja kapan saja tanpa harus keluar rumah. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa tren belanja baju Lebaran secara online terus meningkat setiap tahunnya.
Selain praktis, e-commerce juga menawarkan variasi produk yang lebih beragam. Konsumen dapat menemukan berbagai pilihan model baju Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Beragam tren fesyen muslim pun bermunculan menjelang Lebaran 2026, mulai dari model busana keluarga dengan warna senada, gamis dengan desain minimalis, hingga baju koko dengan sentuhan modern.
Tidak hanya konsumen, para pelaku usaha juga memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk meningkatkan penjualan. Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjual produk fesyen muslim melalui marketplace maupun media sosial. Mereka biasanya mulai mempromosikan koleksi khusus Lebaran sejak awal Ramadan agar produk mereka dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Promosi yang dilakukan pun semakin kreatif, mulai dari penggunaan foto produk yang menarik, promosi melalui influencer, hingga diskon khusus selama Ramadan. Strategi ini terbukti mampu menarik perhatian konsumen yang sedang mencari baju baru untuk Lebaran.
Meningkatnya tren belanja online menjelang Lebaran 2026 juga berdampak pada sektor logistik dan jasa pengiriman barang. Banyak perusahaan ekspedisi mulai mengalami lonjakan jumlah paket yang harus dikirim setiap harinya. Volume pengiriman biasanya meningkat drastis pada dua hingga tiga minggu menjelang Idulfitri karena banyaknya pesanan dari platform belanja online.
Beberapa perusahaan logistik bahkan menambah armada dan tenaga kerja sementara untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman selama Ramadan. Langkah ini dilakukan agar proses pengiriman tetap berjalan lancar dan paket dapat sampai ke tangan konsumen sebelum hari raya tiba.
Di sisi lain, konsumen juga diimbau untuk berbelanja lebih awal agar menghindari keterlambatan pengiriman. Banyak platform e-commerce juga memberikan informasi mengenai batas waktu pemesanan agar barang dapat diterima sebelum Lebaran.
Meski belanja online semakin populer, sebagian masyarakat tetap memadukan cara belanja secara daring dan luring. Mereka biasanya melihat tren atau model baju melalui internet terlebih dahulu, kemudian memutuskan untuk membeli secara online atau langsung di toko.
Fenomena meningkatnya tren pembelian baju Lebaran melalui e-commerce menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor perdagangan semakin berkembang. Kemudahan teknologi telah mengubah pola belanja masyarakat menjadi lebih praktis dan efisien.
Menjelang Lebaran 2026, tren ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati hari raya. Bagi masyarakat, membeli baju baru bukan sekadar memenuhi kebutuhan fesyen, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Dengan semakin berkembangnya platform belanja digital dan meningkatnya minat masyarakat terhadap fesyen muslim, momen Ramadan dan Lebaran tetap menjadi salah satu periode paling ramai dalam aktivitas perdagangan di Indonesia, baik secara online maupun offline.