JAKARTA – Menjalani perjalanan mudik sambil berpuasa membutuhkan kondisi fisik yang prima agar konsentrasi di jalan tidak menurun. Tantangan utama biasanya muncul dalam bentuk rasa lapar yang datang lebih cepat serta kantuk yang berbahaya bagi keselamatan berkendara jarak jauh.
Kunci menjaga stamina adalah pemilihan menu sahur yang tepat dengan komposisi nutrisi seimbang. Asupan yang benar akan membantu tubuh tetap bertenaga menghadapi cuaca terik dan kemacetan panjang tanpa kehilangan kewaspadaan.
1. Karbohidrat kompleks dan serat tinggi
Beras merah, ubi jalar, oat, atau roti gandum utuh menjadi pilihan terbaik karena dicerna perlahan sehingga energi dilepaskan bertahap. Tambahan serat dari sayuran hijau dan buah seperti apel atau pir membantu menjaga gula darah tetap stabil. Hindari karbohidrat sederhana seperti nasi putih berlebihan atau gorengan tepung yang cepat membuat lapar kembali.
2. Protein berkualitas untuk stamina otot
Telur rebus, dada ayam panggang, tempe, atau tahu efektif menjaga massa otot dan rasa kenyang lebih lama. Tambahan kacang-kacangan atau yoghurt memberi variasi sekaligus menjaga kesehatan pencernaan, sehingga risiko begah saat perjalanan bisa diminimalisir.
3. Hindari pemicu kantuk dan dehidrasi agar mudik tetap aman dan nyaman
Makanan manis berlebihan, santan kental, serta garam tinggi sebaiknya dibatasi karena memicu kantuk dan haus. Kopi pekat juga tidak disarankan karena efek diuretiknya membuat cairan tubuh cepat berkurang. Sebagai gantinya, konsumsi 2–3 gelas air mineral saat sahur dan tambahkan pisang sebagai sumber kalium untuk mencegah kram otot.
Dengan strategi sahur yang tepat, pemudik dapat menjaga energi tetap stabil, konsentrasi terjaga, dan perjalanan jauh terasa lebih aman serta nyaman.