JAKARTA — Orang-orang yang memiliki kepadatan jadwal dan aktivitas tanpa henti pasti pernah merasakan lelah mental. Sebetulnya, ini adalah kondisi yang lazim dialami oleh seseorang, tetapi bila dibiarkan kondisi ini bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, hubungan sosial, hingga kesehatan fisik.
Agar dapat mengatasi kondisi lelah mental, pertama-tama kita perlu mengenali tanda-tanda lelah mental. Mengenali tanda-tandanya sejak dini adalah langkah pertama yang penting sebelum kondisi semakin memburuk.
Berikut sejumlah tanda yang perlu diwaspadai, berdasarkan artikel Alodokter.
Tanda-tanda Lelah Mental
- Kehilangan motivasi dalam menjalani aktivitas harian, termasuk saat bekerja.
- Pola makan berubah, bisa menjadi berkurang atau justru meningkat secara signifikan.
- Mengalami kesulitan dalam fokus dan sering lupa.
- Emosi tidak stabil dan cenderung lebih mudah tersulut amarah.
- Lebih sering melakukan kesalahan dalam pekerjaan.
- Susah tidur.
- Kerap merasa cemas, gelisah, dan overthinking.
- Daya tahan tubuh menurun sehingga lebih rentan terhadap penyakit.
Cara Hadapi Lelah Mental
Membuat sejumlah perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi kondisi lelah mental. Mulai dari menyasar sumber masalah, menerapkan strategi koping, hingga mengambil jeda yang cukup. Berikut cara hadapi Lelah mental, dilansir dari artikel Halodoc.
1. Ketahui dan Hilangkan Sumber Stres
Salah satu langkah paling mendasar adalah mengidentifikasi dan menghilangkan sumber stres. Caranya tentu bergantung pada situasi masing-masing. Jika penyebabnya adalah beban kerja yang terlalu berat, cobalah meminta bantuan atasan atau rekan kerja, atau mendelegasikan sebagian tanggung jawab kepada orang lain agar beban menjadi lebih ringan.
2. Utamakan Istirahat yang Cukup
Waktu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga sangat membantu meredakan perasaan lelah mental. Istirahat tidak selalu berarti tidur. Mengosongkan jadwal dari tugas-tugas yang tidak mendesak, mengambil liburan, menikmati satu jam menonton serial favorit, makan di kafe kesukaan, atau sekadar berkumpul bersama teman pun bisa menjadi bentuk pemulihan yang efektif.
3. Lakukan Relaksasi
Latihan pernapasan dan swahipnosis merupakan contoh teknik relaksasi yang dapat meningkatkan ketenangan sekaligus meredakan stres dan ketegangan. Meditasi juga terbukti membantu mengurangi stres yang bersifat kronis. Beberapa pilihan teknik relaksasi lainnya yang bisa dicoba antara lain yoga, tai chi, pijat, dan aromaterapi.
4. Tidur dengan Berkualitas
Tidur yang berkualitas tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga sangat penting bagi kesejahteraan mental dan emosional. Usahakan untuk tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam guna membantu meringankan kelelahan, baik secara mental maupun fisik.
Untuk memastikan kualitas tidur yang lebih baik, hindari penggunaan gawai di tempat tidur, mandilah dengan air hangat sekitar satu jam sebelum tidur, dan redupkan cahaya kamar agar tubuh lebih mudah beristirahat.
Itulah tanda-tanda lelah mental beserta tips menghadapinya. Berbagai tanggung jawab yang harus kita lakukan sering kali membuat kita lelah, baik secara fisik maupun mental. Namun, untuk mengatasi hal tersebut, pada akhirnya jawabannya tergantung kepada pola hidup dan pola pikir kita. (MK)