WASHINGTON DC – Pernyataan keras meluncur dari Gedung Putih menyusul ketegangan di Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan menanggung konsekuensi militer yang jauh lebih besar apabila pemblokiran jalur minyak di perairan strategis tersebut tidak dihentikan.
Melalui platform Truth Social, Trump menyampaikan ancaman langsung yang menyebut angka spesifik sebagai ukuran respons militer AS.
“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” tegas Trump, sebagaimana disampaikan melalui TruthSocial, Selasa (10/3/2026).
Ancaman itu tidak berhenti pada serangan semata. Trump turut menyinggung kemungkinan penghancuran infrastruktur vital Iran secara permanen.
“Selain itu, kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara — Kematian, Api, dan Amarah akan menimpa mereka — Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak akan terjadi!” katanya.
Di sisi lain, Trump membingkai sikapnya bukan semata sebagai ancaman, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan energi global. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “hadiah dari Amerika Serikat kepada China, dan semua negara yang banyak menggunakan Selat Hormuz.”
“Semoga, ini adalah isyarat yang akan sangat dihargai,” ucap Trump menutup pernyataannya.
Selat Hormuz merupakan jalur maritim vital yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi salah satu titik distribusi minyak paling krusial di dunia.